list

Saling Lirik, Ganjar-Anis Sama Sama Ngotot RI-1

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh : Sandika Wijaya

WACANA Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan menyatukan kekuatan menghadapi Pilpres 2024 mendatang terus bergulir. Belakangan Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah yang melepas isu tersebut.

Meski setelahnya Said Abdullah mengklarifikasi pernyataannya hanya sebuah andai-andai. Bak bau kentut (maaf) yang terlanjut tercium publik, angin terlanjur terhisap sana sini hingga sampai ke elit politik hingga publik.

Namun jika, “andai-andai” tersebut terealisasi, pertayaan selanjutnya siapakah yang akan menjadi Capres? Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan?

Menjawab pertanyaan tersebut Pembaruan.id mencoba mewawancarai NasDem Lampung dan PDI Perjuangan Lampung sebagai pengusung kedua Capres tersebut.



Baik Nasdem Lampung maupun PDI Perjuangan menyambut baik wacana berkoalisi antara Ganjar dengan Anies. Namun PDI Perjuangan tetap ngotot untuk menjadikan Ganjar sebagai Capres. Begitupun Nasdem yang tetap kekeh dengan mengusung Anies sebagai calon kepala negara Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Lampung Watoni Nurdin, seandainya koalisi tersebut tetap terjadi pihaknya tetap menginginkan Ganjar sebagai Capres.

Hal ini menurutnya, partainya memiliki modal untuk mengusung Capres tanpa berkoalisi. Selanjutnya pihaknya memiliki Kader (Ganjar Pranowo) yang mampu melanjutkan kepemimpinan pemerintahan Joko Widodo.

“Dalam PDI Perjuangan menganut paham pembangunan berkelanjutan atau semesta berencana. Artinya siapapun pemimpinnya, harus bisa melanjutkannya. Ganjar Pranowo dinilai mampu melanjutkan pembangunan tersebut,” ujaranya saat diwawancarai, Rabu (23/08/2023).



Hal itulah menurutnya yang menjadikan pakem dan alasan partainya untuk menjadikan Ganjar sebagai Presiden.

Tidak ada yang salah dengan wacana duet antara Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan. Bahkan sebelumnya terdapat wacana Ganjar Pranowo akan berduet dengan Prabowo Subianto.

Wacana tersebut menurutnya sudah bergulir dan mendapat respon yang beragam, mulai dari politikus hingga pengamat politik.

Wacana berduetnya Ganjar dan Anies menurutnya sangat mungkin terjadi, bila dipandang karena memiliki gagasan yang sama, adanya kemiripan visi-misi, dan terdapat semangat yang sama untuk membangun Indonesia.



Meski kedepan wacana koalisi tersebut tidak terjadi. Paling tidak wacananya sudah diuji cobakan.

Terpisah Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi NasDem Lampung Rakhmat Husein DC mengatakan DPP NasDem telah memutuskan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Terlepas jika Anies memutuskan Ganjar sebagai Cawapresnya sepanjang hal itu cocok tidak menjadi persoalaan. Sebab NasDem memberikan hak sepenuhnya kepada Anies untuk memilih pendampingnya sebagai Cawapres.

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan jika seandainya Anies dan Ganjar berkoalisi sepanjang Anies tetap menjadi Capres. Hal ini karena NasDem mengusung Anies sebagai Capres bukan sebagai Cawapres.



Pilihan NasDem ke Anies sudah melalui mekanisme organisasi. Dimulai dari usulan wilayah hingga Rakernas dan akhirnya bersepakat untuk Deklarasi Anies sebagai Capres. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved