list

Kagama: Lampung Harus Jadi Pioner Ketahan Pangan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Univetsitas Gadjahmada (Kagama) Lampung mendorong agar Lampung menjadi pioner ketahanan pangan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengda Kagama Lampung, Nanang Purus Subendro usai giat panen singkong makan non sianida di Desa Liman Benawi, Tri Murjo, Lampung Tengah, Sabtu (06/01/2024).

Menurutnya, di tahun 2050 diprediksi akan terjadi krisis pangan dunia akibat kekurangan pasokan dan distribusi ketersediaan yang tidak merata di berbagai belahan dunia.

Pada tahun itu, lanjut dia, jumlah penduduk dunia hampir mencapai 10 milyar, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan menurut FAO produksi pangan harus meningkat hampir 70 prediski dari produksi saat ini.

“Ini artinya dunia pertanian menghadapi tantangan yang serius dalam berbagai hal, antara lain kerusakan tanah, penurunan jumlah petani, kurang berminatnya angkatan muda menekuni bidang pertanian, keterbatasan pupuk, dan ancaman anomali iklim yang semakin tidak menentu,” tuturnya.

Karenanya, kata dia, salah satu strategi untuk program ketahanan pangan saat ini adalah kampanye diversifikasi pangan sebagai pengganti beras, yang singkong atau ubi kayu bisa diandalkan.

“Berbagai produk pangan bisa dihasilkan dari ubi kayu ini, selain keunggulannya yang sudah teruji secara ilmiah, seperti harga lebih murah, bisa ditanam di lahan yang kurang produktif, indeks gula rendah, bebas gluten, dan diproduksi dengan emisi karbon lebih rendah (0.14 Kg CO2e per kg dibandingkan beras yg nilainya 0.45 KgCO2e per kg),” jelas dia.

Untuk itu, ia menegaskan, Kagama Lampung terus mengkampanyekan ketahan pangan dengan diversifikasi pangan yakni singkong.

“Lampung sebagai sentra Singkong di Indonesia harus menjadi pionir untuk mengkampanyekan singkong sebagai bahan alternatif makanan pokok. Tujuannya untuk diversifikasi pangan dan ketahanan pangan,” tutupnya.

Diketahui, sebanyak enam varian singkong ditanam di kebun percontohan tersebut, yakni Maumere, Gatot Kaca, Randu, Melati, Bayeman dan Garuda.

Penanaman singkong makan ini diharapkan menjadi kampanye diversifikasi pangan sekaligus menjadi pilot project agar Lampung menjadi sentra singkong makan. Program ini juga bisa menjadi salah satu yang mendukung ketahanan pangan di Lampung khususnya.

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa Pengurus Pengda Kagama antara lain Fauzan, Jeny, Ruri, Elly, dan anggota Kagama Lampung.

Hadir pula Kelompok Wanita Tani Desa Liman Benawi, Tri Murjo, Lampung Tengah yang merupakan desa binaan Kagama Lampung.

Tidak hanya itu, Kepala Kampung setempat Nyono Rahadi, Penyuluh Pertanian Lapangan Bayu Asmara
dan Ketua KWT Widarmi juga hadir dalam kegiatan tersebut. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved