PEMBARUAN.ID – Beberapa hari belakangan cuaca buruk menerpa sejumlah titik di Lampung. Mulai dari hujan deras, angin kencang hingga banjir Rob.
Saat dimintai tanggapan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung menjelaskan penyebab cuaca buruk ini dan menyampaikan potensi cuaca buruk ini masih berpotensi hingga sepekan ke depan.
Oleh karena itu, BMKG Lampung menghimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana yang ditimbulkan oleh cuaca buruk yang terjadi saat ini.
Kordinator Bidang Data BMKG Lampung, Rudi Harianto menjelaskan, berdasarkan analisa, cuaca buruk yang belakangan terjadi di sekitar Lampung disebabkan pergerakan angin di Laut Cina Selatan serta bibit siklon tropis di Samudera Hindia.
“Analisa penyebab cuaca buruk di Lampung karena Bibit Siklon Tropis 95W terpantau di Laut Cina Selatan dengan tekanan di pusat sistem 1006.4 hPa dan kecepatan angin maksimum 15 knot bergerak ke arah Barat- Barat Laut,” ujar Rudi Harianto saat dikonfimasi, Kamis (5/12/2024).
“Selain itu terdapat bibit siklon tropis 99S di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu dengan tekanan di pusat sistem 1009.7 hPa dengan kecepatan angin maksimum 20 knot bergerak ke arah Timur,” jelasnha.
Rudi melanjutkan, Bibit siklon tropis ini menginduksi peningkatan kecepatan angin (low level jet) di Samudera Hindia sekitar sistem termasuk Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan cuaca buruk ini berpotensi masih akan berlangsung 3-6 hari kedepan.
Oleh karena itu, BMKG Lampung menghimbau masyarakat agar memantau perkiraan cuaca melalui sosial media atau website resmi BMKG.
Pasalnya, informasi ini dapat membantu dalam persiapan dan pengambilan langkah-langkah keselamatan yang diperlukan.
“Kami menghimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama kondisi saat ini,” kata Rudi
Ia pun menghimbau warga untuk menghindari berada di daerah rawan banjir, tepi sungai, atau daerah dengan kemiringan tinggi yang rentan terhadap tanah longsor.
“Masyarakat disarankan untuk menyimpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang aman, terutama jika tinggal di daerah yang sering terkena dampak banjir,” kata dia.
“Masyarakat diminta waspada terhadap dampak yang lain seperti pohon tumbang dan gelombang tinggi di perairan,” imbuhnya.
Selain itu, kata Rudi, pastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih dari sampah dan tidak tersumbat. Ini dapat membantu mengurangi risiko genangan air.
Lalu, pengguna jalan harus memperhatikan kondisi jalan, terutama selama hujan deras. Hindari berkendara di daerah yang tergenang air atau yang berpotensi berlumpur.
“Masyarakat sebaiknya mempersiapkan perlengkapan darurat seperti senter, baterai cadangan, air bersih, dan makanan non-perishable dalam menghadapi kemungkinan pemadaman listrik atau isolasi,” pungkasnya. (sandika)










