PEMBARUAN.ID – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan tiba di depan Kantor DPRD Lampung pada Senin (01/09/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Berdasarkan pantauan Pembaruan.id, peserta aksi terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dengan mengenakan almamater kampus masing-masing, seperti Unila, UIN, Itera, UBL, Darmajaya, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya. Organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus turut ambil bagian dalam barisan aksi.
Selain mahasiswa, massa aksi juga diikuti elemen masyarakat, termasuk pengemudi ojek online dari Gojek, Grab, hingga Maxim yang hadir dengan atribut seragam khas mereka. Sejumlah spanduk terbentang dengan tulisan seperti “Revolusi Tikus Berdasi” dan “Dewan Pengkhianat Rakyat”.
Sementara itu, personel gabungan dari Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, serta TNI terlihat siaga mengamankan jalannya aksi.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai kebijakan dan pernyataan DPR RI, tindakan represif aparat kepolisian, serta isu-isu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah.
Adapun tuntutan yang disuarakan Aliansi Lampung Melawan, antara lain:
1. Sahkan UU Perampasan Aset.
2. Potong tunjangan dan gaji DPR.
3. Tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru.
4. Memerintahkan Presiden Prabowo memecat menteri-menteri yang problematik.
5. Mendesak ketua partai untuk merestrukturisasi kader yang berada di eksekutif maupun legislatif.
6. Lakukan reformasi total Polri, adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, serta evaluasi kinerja Polda Lampung.
7. Tolak RKUHAP.
8. Menolak efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan.
9. Hentikan penggunaan pajak rakyat untuk menindas rakyat.
10. Realisasi reformasi agraria dengan pembebasan lahan untuk petani Anak Tuha dan petani di Lampung. (sandika)














