iklan
PERISTIWA

Sempat Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

×

Sempat Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Share this article

PEMBARUAN.ID – Aksi demonstrasi petani singkong di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung kembali memanas setelah sebelumnya berlangsung kondusif. Aparat kepolisian terpaksa membubarkan massa dengan tembakan water cannon dan gas air mata, Senin (5/5/2025).

Berdasarkan pantauan Pembaruan.id, massa aksi sempat menyampaikan tuntutan mereka secara damai. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bahkan turun langsung menemui para demonstran dan mengajak perwakilan petani serta organisasi mahasiswa untuk berdialog.

Dialog kemudian disepakati dan berlangsung di Ruang Abung, Kantor Gubernur Lampung. Namun, situasi di depan Gedung DPRD kembali ricuh tak lama setelah dialog dimulai.

Kericuhan dipicu oleh dorong-dorongan antara massa dan aparat. Polisi menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa, yang kemudian membalas dengan lemparan batu dan kayu.

Akibat insiden tersebut, sejumlah anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka, terutama di bagian kepala akibat lemparan benda keras.

Situasi semakin tak terkendali hingga aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa ke tiga arah. Beberapa peserta aksi yang diduga sebagai provokator turut diamankan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, di dalam gedung pemerintahan, dialog antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, perwakilan petani, dan mahasiswa masih terus berlangsung guna mencari solusi atas polemik harga singkong yang menjadi pemicu aksi. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *