Soroti Kecilnya Pencapaian PAD Lampung Tahun 2024
PEMBARUAN.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung tahun 2024 tidak mencapai target. Berdasarkan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P), PAD Lampung 2024 ditargetkan sebesar Rp 5,1 Trilliun. Sementara merujuk dari Bapenda Lampung, PAD 2024 hanya mencapai Rp 3,3 Trilliun.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Lampung Munir Abdul Haris menyayangkan kecilnya pencapaian PAD tahun 2024 dan tidak mencapai target sebagaimana yang telah diputuskan dalam APBD-P.
Menurut Munir, kecilnya pencapaian PAD Lampung tahun 2024 ini juga berdampak kepada Pemprov yang mengalami defisit dan tunda bayar.
“PAD Lampung sangat kecil, sementara belanja banyak. Kondisi semacam ini berpotensi menimbulkan stagnansi dalam pembangunan dan pemerintahan akan berjalan tertatih-tatih,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis (23/01/2025).
Munir menilai, tidak tercapainya target PAD Lampung ini disebabkan oleh kurang optimalnya Pemprov dalam melakukan penagihan pajak kepada sektor utama pajak.
“Tidak mencapainya target PAD ini dikarenakan belum optimalnya penagihan objek pendapatan yang menjadi wilayah propinsi diantaranya, pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan (PAP), pajak rokok, Opsen pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), Retribusi, serta pendapatan yang lain yang dipisahkan, diantaranya deviden Bank Lampung, Deviden Partisipasing Interest 10% dari Tambang gas dan minyak bumi south east sumatra (WK SES), penghasilan/Laba BUMD, dan lain-lainnya yang tidak mencapai target,” kata dia.
Jauh Tertinggal Dari Provinsi Tetangga
Dalam kesempatan tersebut, Munir juga menyampaikan, Provinsi Lampung jauh tertinggal dalam sektor pendapatan asli daerah (PAD) dibandingkan dengan Provinsi Banten dan Sumatera Selatan.
Ia menilai, sebagai provinsi yang sama-sama terletak di pintu gerbang sumatera, baik Lampung, Sumsel dan Banten memiliki potensi pendapatan yang hampir sama.
“Dalam sektor pertanian, pengolahan hasil perikanan, perusahaan, pariwisata dan sumber pendapatan yang lain sepertinya Lampung dengan Banten dan Sumsel memiliki potensi pendapatan yang hampir sama, meski secara matematis saya belum pegang data, Begitupun dengan jumlah penduduk dan luas wilayah tidak jauh berbeda,” bahkan lampung daratannya jauh lebih luas dibandibgkan banten, juga lautnya lebih luas lampung, jelasnya.
Ia mengatakan, target pencapaian PAD Lampung tahun 2024 hanya tercapai 3.3T, Sementara capaian target PAD Banten tercapai sebesar Rp 8,6 Trilliun ditahun 2024. APBD Lampung 2024 8.6T, APBD Banten 11.6T, APBD Sumatra Selatan 11.2T.
“Nah ini yang jadi salah satu catatan kita. Semestinya kita berkaca dan berusaha meningkatkan PAD agar tidak tertinggal dengan provinsi tetangga,” tambahnya.
Siap Berkolaborasi Optimalkan Pendapatan Daerah
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB ini menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk bersama-sama mengoptimalkan pendapatan daerah terkhusus dari sektor pajak.
Ia berharap, Komisi III DPRD Lampung menjadi mitra untuk mendampingi pemerintah eksekutif untuk mengoptimalkan objek pendapatan.
Ia menegaskan, salah satu solusi meningkatkan capaian PAD adalah dengan efisiensi dan optimalisasi objek pajak yang macet, yang terindikasi bocor, dan belum maksimal.
“Objek pajak harus kita optimalkan, dan jangan sampai objek pajak masuk ke perseorangan yang seharusnya masuk kedalam kas daerah,” tegasnya.
Ia beranggapan, persoalan belum optimalnya pendapatan asli daerah ini yang menyebabkan defisit hingga tunda bayar ini jika dibiarkan terus-menerus bakal berdampak terhadap roda pemerintahan Lampung.
“Sulit untuk berbicara pembangunan infrastruktur di Lampung dijalankan apabila PAD kecil. Yang ada hanya akan tambal sulam dan pembangunan mengalami stagnan, apalagi pemerintah pusat juga berencana memangkas dana Transfer Ke Daerah 50.59 Triliun,” pungkasnya.. (sandika)














