PEMBARUAN.ID — Pembangunan ruas jalan Jabung–Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur resmi dimulai. Momentum groundbreaking yang digelar Jumat (10/04/2026) ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur yang selama bertahun-tahun dikeluhkan.
Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan sejak awal. Ia mengingatkan agar proyek yang dibiayai melalui skema pembiayaan jangka menengah ini benar-benar dikerjakan secara optimal.
“Alhamdulillah hari ini groundbreaking perbaikan jalan ruas Jabung–Labuhan Maringgai. Kita pastikan kualitas dan mutu hasil pekerjaan dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Giri menekankan, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap penggunaan anggaran, mengingat pembiayaan dilakukan melalui utang daerah yang akan dicicil dalam kurun waktu sekitar empat tahun.
Karena itu, ia mengingatkan pelaksana konstruksi untuk bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan memastikan hasil pekerjaan memiliki daya tahan jangka panjang.
“Jangan sampai sebelum cicilan selesai, jalan sudah rusak. Itu yang tidak kita harapkan,” tegasnya.
Selain aspek konstruksi, Giri juga menyoroti pentingnya pengawasan pasca-pembangunan, khususnya terkait penggunaan jalan. Ia menyebutkan bahwa ruas tersebut dirancang untuk kendaraan dengan batas maksimal tonase 8 ton.
Menurutnya, pelanggaran terhadap batas tonase akan berdampak langsung pada usia jalan. Oleh karena itu, ia meminta peran aktif pemerintah daerah hingga masyarakat dalam melakukan pengawasan.
“Kita minta semua pihak, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga masyarakat, ikut menjaga. Maksimal 8 ton, jangan sampai dilanggar,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk turut mendukung kelancaran pembangunan agar proyek dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan.
Ruas jalan Jabung–Labuhan Maringgai sendiri diketahui telah lama mengalami kerusakan tanpa perbaikan signifikan. Bahkan, menurut Giri, ada warga yang menyebut jalan tersebut tidak tersentuh perbaikan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga kini anak-anak mereka mengalami kondisi serupa.
Hal itu, kata dia, menjadi bukti nyata betapa mendesaknya pembangunan infrastruktur tersebut.
Dengan dimulainya proyek ini, DPRD Lampung berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat dapat berjalan baik, sehingga jalan yang dibangun tidak hanya layak digunakan, tetapi juga mampu bertahan hingga satu dekade ke depan.
“Insyaallah, dengan kolaborasi bersama, jalan ini bisa segera dinikmati masyarakat dan bertahan lama,” pungkasnya. (***/red)














