iklan
Bencana AlamLEGISLATIF

Usai Telan Korban, Aktivis Desak DPRD Panggil Management Wira Garden

×

Usai Telan Korban, Aktivis Desak DPRD Panggil Management Wira Garden

Share this article

PEMBARUAN.ID – Tragedi hanyutnya dua mahasiswi Universitas Lampung di kawasan wisata Wira Garden menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Aktivis AKAR Lampung, Indra Mustain, mendesak DPRD Lampung segera memanggil manajemen Wira Garden untuk dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang merenggut nyawa tersebut.

Desakan itu menguat seiring ditemukannya kedua korban dalam kondisi meninggal dunia, yang memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat. Indra menilai, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan wisata berbasis alam, terutama yang berada di aliran sungai dengan potensi bahaya tinggi.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menegaskan pentingnya langkah konkret dan menyeluruh pasca insiden tersebut. Legislator yang akrab disapa Khoir itu menyampaikan duka mendalam sekaligus mendorong agar peristiwa ini menjadi momentum pembenahan serius sistem keselamatan wisata.

“Ini harus menjadi titik evaluasi bersama. Ke depan, sistem mitigasi bencana tidak boleh lagi bersifat wacana, tetapi harus benar-benar diterapkan di lapangan,” ujarnya, Sabtu (04/04/2026).

Khoir menekankan, Pemerintah Provinsi Lampung perlu segera merealisasikan pembangunan Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan banjir, khususnya di wilayah Bandar Lampung. Menurutnya, sistem peringatan dini sangat krusial untuk mendeteksi kenaikan debit air sejak dari hulu.

“EWS ini penting agar ada peringatan lebih awal, sehingga pengunjung maupun pengelola punya waktu untuk melakukan evakuasi sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi PKB juga merekomendasikan penutupan sementara kawasan Wira Garden guna dilakukan audit menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan. Audit tersebut mencakup kelengkapan rambu peringatan, jalur evakuasi, hingga kesiapan petugas di lapangan.

“Kami merekomendasikan penutupan sementara sampai semua aspek keselamatan benar-benar diperbaiki. Jangan sampai tempat wisata dibuka tanpa jaminan keamanan yang memadai,” imbuh Khoir.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Lampung, Khoir menegaskan pihaknya akan mengawal proses evaluasi dan perbaikan tata kelola wisata alam di daerah. DPRD, kata dia, akan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pengelolaan destinasi wisata.

“Kami ingin ada perubahan nyata. Keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama,” pungkasnya. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *