iklan
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Didampingi Pengacara Handal, Ibu Ini Mencari Keadilan di Tengah Kekerasan

×

Didampingi Pengacara Handal, Ibu Ini Mencari Keadilan di Tengah Kekerasan

Share this article

PEMBARUAN.ID – Pagi itu, matahari baru saja muncul dari balik bukit, menciptakan semburat keemasan di langit Bandarlampung. Aiyes Mita, seorang ibu rumah tangga berusia 54 tahun, memulai harinya seperti biasa.

Dengan hati-hati, ia mengantar anaknya ke sekolah di Yayasan Pendidikan Al Kautsar, Rajabasa. Namun, Selasa (23/07/2024) itu ternyata membawa sebuah insiden yang tak akan mudah dilupakan.

Sekitar pukul 06.30, Aiyes menyusuri jalan dari arah Pasar Tempel Rajabasa dengan sepeda motornya. Suara klakson keras tiba-tiba membahana dari belakang, memaksa Aiyes menepi di tengah lalu lintas yang padat.

Ia memberi jalan, berharap pengendara mobil itu akan melanjutkan perjalanannya. Namun, nasib berkata lain.

Sesampainya di halaman parkir sekolah, Aiyes masih merasakan sisa kekhawatiran di dadanya. Ia melihat pelaku, seorang pria berinisial IT, yang juga sedang mengantar anaknya.

Kata-kata mulai saling dilontarkan, dan suasana cepat memanas. Dalam sekejap, tangan IT melayang, memukul kepala dan lengan kiri Aiyes. Rasa sakit dan ketidakadilan merasuki dirinya.

Dengan memar di kepala dan lengan yang terasa perih, Aiyes segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedaton. Laporan dengan nomor LP/B/491/VII/2024/SPKT/SEK Kedaton/Resta Balam/Polda Lampung menjadi saksi bisu dari peristiwa pahit tersebut.

Di sisi lain kota, pengacara Aiyes, Rozali Umar, SH.MH, berdiri tegak dengan keyakinan kuat. “Tindakan pelaku jelas melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” ujarnya tegas.

Bukti dari rekaman CCTV yang menunjukkan momen penganiayaan itu semakin menguatkan kasus.

“Saya harap penyidik segera memanggil saksi-saksi dan terlapor,” tambahnya dengan penuh harap.

Kisah Aiyes ini bukan hanya tentang luka fisik yang ia terima, tapi juga tentang perjuangan seorang ibu untuk mencari keadilan di tengah kerasnya kehidupan.

Hari itu mungkin membawa luka, namun ia juga membawa semangat tak kenal menyerah dari seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

Rozali Umar menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan bagi Ibu Aiyes. “Kami berharap hukum akan ditegakkan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tandasnya. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *