PEMBARUAN.ID – Siapa tak kenal terminal Rajabasa yang ada di Bandar Lampung? Pada tahun 1980-1990-an, terminal ini dikenal dengan kesan angkernya.
Kriminalitas jalanan merajalela ketika itu, membuat banyak orang merasa was-was setiap kali melintasinya. Tapi itu dulu. Kini, terminal terbesar di Provinsi Lampung ini memiliki wajah yang berbeda.
Seperti pada hari ini, Jumat (02/08/2024). Di Masjid At Tajriyah Terminal Rajabasa, berlangsung acara Jumat Berkah berupa makan siang gratis yang dilaksanakan setelah salat Jumat.
Acara ini memang rutin diadakan di kawasan terminal Rajabasa setiap hari Jumat, menjadi oase kebaikan di tengah kesibukan terminal.
Aipda Niko, Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) kawasan terminal bus tipe A Rajabasa, menceritakan dengan bangga mengenai kegiatan ini.
“Alhamdulillah hari ini terlaksana dengan lancar acara Jumat Berkah, makan siang gratis bagi warga di sekitar terminal Rajabasa, penumpang bus yang kebetulan salat Jumat di sini, kita sediakan makan siang secara prasmanan,” ujarnya dengan senyum tulus.
Sudah tiga bulan kegiatan ini berlangsung, didukung oleh Dewan Kerja Masjid (DKM) At Tajriyah dan kelurahan setempat.
“Kegiatan makan gratis ini didukung oleh DKM Masjid At Tajriyah Terminal Rajabasa, Lurah Rajabasa, dan warga sekitar masjid. Bahkan yang memasak makanannya pun warga sekitar. Dana dari kegiatan tersebut dari para donatur dan Hamba Allah,” ungkap Niko, penuh syukur.
Setiap minggunya, acara Jumat Berkah ini semakin ramai. Hal ini tak hanya menunjukkan sisi humanis terminal Rajabasa, tetapi juga berperan dalam menekan kriminalitas.
“Kegiatan ini juga untuk menekan kriminalitas. Kita menunjukkan kepada masyarakat bahwa terminal Rajabasa itu nyaman, bahkan bisa makan siang gratis di sini. Mudah-mudahan situasi kondusif di terminal tetap terjaga,” pungkas Niko, berharap.
Terminal Rajabasa kini bukan lagi terminal yang menakutkan. Dengan kegiatan seperti Jumat Berkah, wajahnya berubah menjadi tempat yang penuh kebaikan dan kebersamaan, membuktikan bahwa perubahan adalah mungkin dengan niat yang tulus dan usaha bersama. (***)














