Duduk Bersama dan Dialog
PEMBARUAN.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani didampingi oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Lampung, Perwakilan Kapolda Lampung, Pangdam TNI, Unsur Forkompinda, Kejati, Tokoh Agama, Tokoh Adat menemui masa aksi di depan Kantor DPRD Lampung, Senin (01/09/2025) siang 13:20 WIB.
Berdasarkan pantauan pembaruan.id, Gubernur Lampung terlihat mengajak seluruh masa aksi untuk duduk bersama dan berdialog mengenai aspirasi yang ingin disampaikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BEM Unila, Amar Fauzan lantas menyampaikan 10 sejumlah tuntutan Aliansi Lampung Melawan.
1. Sahkan UU Perampasan Aset
2. Potong Tunjangan dan Gaji DPR
3. Tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru
4. Memerintahkan Prabowo memecat menteri- menteri yang problematik
5. Meminta ketua partai yang kadernya berada di eksekutif dan legislatif untuk diberhentikan/rekstrukturisasi
6. Reformasi total Polri dan adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan serta evaluasi kinerja Polda Lampung
7. Tolak RKUHAP
8. Menolak efesiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan
9. Berhenti menggunakan pajak untuk menindas rakyat
10. Pembebasan lahan untuk Petani Anak Tuha Reformasi agraria pembebasan lahan di Lampung.
Amar pun mendesak tuntutan masa aksi disepakati dan ditindaklanjuti oleh Gubernur dan DRPD Lampung untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Tuntutan kita disepakati dengan tanda tangan bersama dan peryataan sikap berasma,” jelas Amar.
Dalam dialog tersebut, Gubernur Lampung menyampaikan menyambut baik seluruh elemen masyarakat yang telah menyuarakan aspirasi di DPRD Lampung.
Mirza pun mengapresiasi karena jalannya aksi berlangsung kondusif. “Kalian mahasiswa-mahasiswa dan elemen masyarakat Lampung telah membuktikan, bahawa Lampung berbeda dengan tempat lain. Kita cinta daerah kita,” jelasnya.
Ia menegaskan telah mendengar aspirasi mahasiswa dan siap untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Lampung tidak diam, kita masih mawas terhadap permasalahan silahkan sampaikan aspirasi tapi harus berjalan damai,” tambahnya.
Sementara, Kapolda Lampung, Helmi Santika menyampaikan ucapan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Affan Kurniawan dan menyamapiakn permohonan maaf sedalam-dalamnya.
“Insyallah kejadian ini tidak terulang. Kami mendorong untuk mengungkap ini untuk rasa keadilan, rekan-rekan ojol, dan masyarakat. Kita serahkan kepada tim yang bekerja, sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.
Senada, Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar mengapresiasi aspirasi yang telah disampaikan dihalaman DPRD Lampung dengan cara terhormat dan damai.
“Kami siap mengawal menyampaikan aspirasi teman-teman kepada pusat,” jelasnya. (sandika)














