“Kami memberi tenggat waktu maksimal 2×24 jam. Minimal harus ada bukti bahwa aspirasi kami sudah disampaikan ke DPR RI. Jika tidak, kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih besar”
PEMBARUAN.ID – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Lampung Melawan pada Senin (01/09/2025) berlangsung damai. Ribuan massa akhirnya ditemui langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Kapolda Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Kejati, Forkopimda, serta tokoh adat dan agama.
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti seluruh aspirasi mahasiswa dan masyarakat dengan menyampaikannya ke pemerintah pusat.
10 Tuntutan Aliansi
Ketua BEM Unila, M. Ammar Fauzan, menyebutkan ada sepuluh tuntutan utama dalam aksi tersebut, di antaranya:
1. Pengesahan UU Perampasan Aset
2. Pemotongan tunjangan dan gaji DPR
3. Peningkatan kualitas gaji dosen dan guru
4. Pemecatan menteri-menteri problematik oleh Presiden Prabowo
5. Restrukturisasi partai politik yang kadernya duduk di legislatif maupun eksekutif
6. Reformasi total Polri, mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, serta evaluasi kinerja Polda Lampung
7. Penolakan RKUHAP
8. Penolakan efisiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan
9. Penghentian penggunaan pajak rakyat untuk menindas rakyat
10. Pembebasan lahan untuk petani Anak Tuha, reformasi agraria, dan ukur ulang HGU SGC.
Menurut Ammar, Gubernur Lampung bersama stakeholder telah menandatangani dokumen tuntutan dan bersepakat untuk menyampaikannya ke pusat.
“Kami memberi tenggat waktu maksimal 2×24 jam. Minimal harus ada bukti bahwa aspirasi kami sudah disampaikan ke DPR RI. Jika tidak, kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih besar,” tegas Ammar.
Ia menambahkan, tuntutan paling mendesak untuk segera direspons adalah pengesahan RUU Perampasan Aset. “Negara ini kacau karena korupsi. Kalau RUU ini disahkan, bisa menjadi efek jera bagi koruptor,” ujarnya.
Respons Pemerintah Daerah
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan dan akan segera meneruskannya ke pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi mahasiswa dan masyarakat karena aksi berjalan damai.
“Kami berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat. Sesuai amanat konstitusi, Pemprov Lampung wajib menjaga hak-hak mereka untuk bersuara,” kata Mirza.
Senada, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar juga menyampaikan apresiasi kepada massa aksi. “Terima kasih karena telah menyampaikan aspirasi dengan damai. Inilah ciri khas kita, semua disampaikan melalui mekanisme yang baik,” ujarnya.
Siap Gelar Aksi Lanjutan
Seusai dialog, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Namun, Aliansi Lampung Melawan menegaskan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti. (sandika)














