ciri ciri laptop kena hack
list

Ciri-ciri Laptop Kena Hack dan Cara Mengatasinya

Facebook
Twitter
WhatsApp

Dunia digital yang semakin terintegrasi dengan kehidupan kita menawarkan berbagai kemudahan. Namun, kemudahan ini juga diiringi dengan risiko keamanan, salah satunya adalah laptop yang kena hack. Laptop yang diretas bisa menjadi mimpi buruk karena data pribadi dan aktivitas online kita bisa dicuri.

Peretasan laptop bisa terjadi dengan berbagai cara, misalnya melalui phishing email, download file berbahaya, atau klik link mencurigakan. Seringkali, kita tidak menyadari laptop kita sudah diretas sampai muncul beberapa ciri-ciri. Nah, bagaimana cara mengetahui ciri-ciri laptop di hack dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasan berikut ini!

Performa Laptop Menurun

Performa laptop yang menurun bisa menjadi salah satu indikasi laptop kamu kena hack. Mungkin kamu pernah mengalami laptop yang tiba-tiba menjadi lambat, sering macet, atau program yang berjalan tidak stabil. Ini bisa terjadi karena malware yang diinstal oleh hacker memakan resource laptop sehingga performanya menurun.

Selain itu, perhatikan juga penggunaan CPU dan RAM. Jika penggunaan CPU dan RAM laptop kamu selalu tinggi padahal tidak ada program berat yang sedang dijalankan, bisa jadi ada program tersembunyi yang diinstal oleh hacker. Program tersebut bisa saja menggunakan resource laptop kamu untuk aktivitas tertentu, misalnya cryptocurrency mining.

Aktivitas Mencurigakan di Browser

Browser adalah salah satu pintu masuk yang sering digunakan hacker untuk menyusup ke laptop kamu. Perhatikan aktivitas mencurigakan di browser, seperti:

  • Homepage browser berubah – Biasanya, hacker akan mengubah homepage browser ke situs web tertentu yang mungkin saja berbahaya.
  • Munculnya ekstensi browser yang tidak dikenal – Ekstensi browser bisa menjadi alat bantu yang memudahkan aktivitas browsing. Namun, hati-hati jika tiba-tiba muncul ekstensi browser yang tidak kamu kenal. Ekstensi tersebut bisa saja diinstal oleh hacker untuk melacak aktivitas browsing kamu atau mengumpulkan data pribadi.
  • Sering muncul pop-up iklan – Pop-up iklan yang berlebihan dan mengganggu bisa menjadi tanda laptop kamu terinfeksi malware. Malware tersebut bisa saja menampilkan iklan yang sebenarnya mengarah ke situs web berbahaya.

Data Hilang atau Rusak

Data yang hilang atau rusak bisa menjadi indikasi serius bahwa laptop kamu sudah diretas. Hacker mungkin saja menghapus atau mengenkripsi data kamu untuk meminta tebusan. Ini tentu saja merugikan, apalagi jika data tersebut penting untuk pekerjaan atau kehidupan pribadi kamu.

Selain kehilangan data, perhatikan juga perubahan pada file atau dokumen kamu. Jika ada file yang tiba-tiba terhapus, berubah nama, atau terdapat perubahan isi yang tidak kamu lakukan, bisa jadi ini ulah hacker.

Masalah pada Keamanan Akun Online

Jika kamu mendapati akun online kamu tiba-tiba tidak bisa diakses atau password-nya tidak bisa digunakan, ini bisa menjadi pertanda bahwa akun tersebut sudah diretas. Hacker yang berhasil masuk ke laptop kamu mungkin juga bisa mencuri data login akun online kamu dan menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri.

Selain itu, perhatikan juga aktivitas mencurigakan pada akun online kamu. Misalnya, ada email yang terkirim dari akun kamu padahal kamu tidak mengirimnya, atau ada postingan di media sosial yang tidak kamu buat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Laptop Kamu Diretas?

Mendeteksi ciri-ciri laptop kena hack memang penting, namun yang lebih penting lagi adalah mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu lakukan jika laptop kamu diretas:

  • Putuskan koneksi internet – Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memutuskan koneksi internet laptop kamu. Ini bertujuan untuk mencegah hacker mencuri lebih banyak data atau melakukan aktivitas berbahaya lainnya.
  • Scan menggunakan antivirus – Gunakan antivirus terpercaya untuk melakukan scan menyeluruh pada laptop kamu. Antivirus akan membantu mendeteksi dan menghapus malware yang diinstal oleh hacker.
  • Ganti password akun online – Segera ganti password semua akun online yang terhubung dengan laptop kamu. Gunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun.
  • Backup data – Setelah laptop kamu bersih dari malware, pastikan untuk membackup data penting kamu ke penyimpanan eksternal. Ini sebagai tindakan preventif jika terjadi hal serupa di masa depan.
  • Install ulang sistem operasi – Jika cara-cara di atas tidak berhasil, mungkin kamu perlu menginstal ulang sistem operasi laptop kamu. Ini akan menghapus semua program dan data yang ada di laptop, termasuk malware yang diinstal oleh hacker.

Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan

Mencegah laptop kamu diretas tentu lebih baik daripada harus repot-repot mengatasi masalahnya. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga keamanan laptop kamu:

Install antivirus dan firewall

Antivirus dan firewall adalah program keamanan yang wajib dimiliki oleh setiap laptop. Antivirus akan membantu mendeteksi dan menghapus malware, sedangkan firewall akan membantu memblokir akses tidak sah ke jaringan kamu.

Hati-hati dengan email dan website mencurigakan

  • Jangan membuka email atau attachment dari pengirim yang tidak dikenal.
  • Hindari mengklik link atau tombol yang ada di email mencurigakan.
  • Pastikan website yang kamu kunjungi aman dengan melihat alamat URL-nya. Website yang aman biasanya menggunakan HTTPS dan memiliki ikon gembok di address bar.

Gunakan password yang kuat dan unik

  • Hindari menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama, atau kata-kata umum.
  • Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol untuk membuat password yang kuat.
  • Gunakan password yang berbeda untuk setiap akun online kamu.

Aktifkan two-factor authentication (2FA)

  • 2FA menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun online kamu.
  • Selain memasukkan password, kamu juga perlu memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke email atau nomor telepon kamu.

Perbarui software dan sistem operasi secara rutin

  • Update software dan sistem operasi secara rutin untuk mendapatkan patch keamanan terbaru.
  • Hindari menggunakan software bajakan karena berisiko mengandung malware.

Gunakan VPN saat menggunakan Wi-Fi publik

  • Wi-Fi publik tidak selalu aman dan bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk mencuri data kamu.
  • Gunakan VPN untuk mengenkripsi koneksi internet kamu dan melindungi data pribadi kamu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved