Oleh: Rika Elisabeth Saragi
Sekretaris Fungsi Keesaan Gereja Badan Pengurus Cabang GMKI Bandar Lampung
DI tengah pergolakan politik yang kita alami, Pilkada serentak 2024 membuka peluang luas bagi kita untuk merefleksikan dan mewujudkan visi Dr. Johannes Leimena yang terkenal: “Politik adalah etika untuk melayani.” Pernyataan ini, yang seharusnya menjadi inti dari semua kegiatan politik, mengajarkan kita tentang esensi sejati kepemimpinan: pelayanan yang tidak kenal lelah kepada rakyat, bukan perebutan kekuasaan.
Pilkada serentak tahun 2024 bukan hanya tentang memilih pemimpin lokal; ini tentang mengukir masa depan Indonesia dengan prinsip-prinsip yang bertumpu pada integritas dan dedikasi. Setiap calon yang berdiri di panggung politik harus diingatkan bahwa mereka bukan hanya calon pemimpin, tetapi calon pelayan publik yang berjanji untuk mengabdikan diri pada kepentingan rakyat.
Mengingat kata-kata Dr. Leimena, kita harus menuntut lebih dari sekadar retorika dari calon-calon ini. Kita harus melihat bukti nyata dari komitmen mereka untuk melayani, bukan melalui janji-janji manis atau kampanye berbiaya tinggi, tetapi melalui tindakan konkret yang menunjukkan prioritas mereka kepada kesejahteraan publik.
Kita sebagai pemilih memiliki tanggung jawab besar. Kita harus memastikan bahwa Pilkada 2024 menjadi simbol kebangkitan etika politik di Indonesia. Kita harus mengawasi proses pemilihan dengan ketat, menghindari korupsi, dan mengeliminasi praktik KKN. Kita juga harus aktif dalam dialog dan diskusi publik untuk memahami sepenuhnya platform dan nilai-nilai yang diusung oleh setiap kandidat.
Dengan memanfaatkan momen penting ini, kita memiliki kesempatan untuk memperbarui dan memperkuat dasar-dasar pemerintahan kita, menanamkan kembali nilai-nilai pelayanan yang harus menjadi inti dari semua kebijakan dan praktik politik. Ini adalah kesempatan kita untuk menghormati warisan Dr. Johannes Leimena, bukan hanya sebagai ungkapan nostalgia, tetapi sebagai pijakan nyata dalam memilih pemimpin yang akan membawa Indonesia menuju era baru kejujuran, transparansi, dan, yang paling penting, pengabdian tanpa syarat kepada rakyat.
Marilah kita bersama-sama memastikan bahwa Pilkada 2024 tidak hanya mencatatkan sejarah karena partisipasinya yang tinggi, tetapi juga karena kualitas pemimpin yang kita pilih. Pemimpin yang benar-benar mewujudkan politik sebagai etika untuk melayani. Dengan semangat ini, kita dapat membangun Indonesia yang lebih kuat dan lebih adil, sebuah negara di mana politik adalah alat untuk kesejahteraan semua, bukan hanya beberapa.
Trimakasih














