iklan
SOSOK

Paman Segala Tau Itu Berpulang

×

Paman Segala Tau Itu Berpulang

Share this article

ADA yang hilang dari dunia jurnalistik Lampung. Seorang sahabat, guru, sekaligus penopang banyak cerita. Amirudin Sormin, atau yang penulis juluki “Paman Segala Tau (kata tidak baku dari Tahu)”, telah berpulang pada Jumat siang, 26 September 2025, di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung. Ia menutup mata setelah berjuang melawan sakit.

Julukan “Paman Segala Tau” bukan sekadar sebutan, melainkan cermin dari sosoknya yang ramah, kaya pengalaman, dan luas pergaulannya. Julukan itu lahir dari sebuah perjalanan ke Kabupaten Tulangbawang.

Di sepanjang perjalanan, ia bercerita dengan santai namun penuh makna. Tentang bagaimana ia meninggalkan Jakarta dan memilih berlabuh di Bumi Ruwa Jurai, tentang perjalanan panjangnya menapaki dunia jurnalistik, juga tentang jejaring pertemanan yang ia bangun hingga ke banyak kalangan.

Dalam obrolan itu, penulis sempat berseloroh, “Abang ini segala tau ya, dan semua tokoh pun abang kenal.”

Amir hanya tertawa lepas, menepuk pundak, lalu berucap dengan rendah hati, “Saya banyak belajar dengan senior-seniormu di PMII.”

Dari situlah julukan itu melekat, Paman Segala Tau—sosok yang selalu punya jawaban, atau setidaknya arah, untuk setiap pertanyaan.

Amir adalah wartawan yang menolak berhenti belajar. Kariernya dimulai di Lampung Post sebagai redaktur ekonomi, lalu berlanjut dengan mendirikan dan memimpin media daring Lampungpro. Ia bahkan pernah menorehkan sejarah sebagai satu-satunya wartawan Lampung yang mendapat kesempatan menjalankan tugas jurnalistik ke Eropa.

Bukan hanya berita yang ia hasilkan. Amir juga menulis buku, salah satunya biografi tokoh Lampung, Faisol Djausal. Ia dikenal bukan saja karena tulisannya, tetapi juga karena kebaikan hati, kerendahan hati, dan kemurahan ilmunya.

Bagi banyak jurnalis muda, Amir adalah tempat bertanya dan tempat belajar. Bagi sahabat, ia adalah kawan diskusi yang tak pernah lelah berbagi. Bagi dunia pers Lampung, ia adalah teladan: sederhana, setia pada profesi, dan penuh dedikasi.

Kini, Paman Segala Tau itu telah pergi. Ia kembali ke pangkuan Ilahi, meninggalkan jejak yang tak akan lekang oleh waktu—jejak kerja keras, persahabatan, dan cinta pada dunia jurnalistik yang selalu ia junjung tinggi.

Alfatihah….


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *