logo pembaruan
list

Menggelembung di Banyak TPS, Almira Geser Abdul Hakim

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Fenomena penggelembungan suara di Pemilu 2024 tidak bisa dibendung. Alhasil, suara rakyat jadi pertaruhan.

Tak terkecuali di perebutan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI Dapil Lampung, di mana perolehan suara Calon DPD RI nomor urut 4 Almira Nabila Fauzi terus melesat dan menyalip perolehan suara petahana Abdul Hakim.

Real Count KPU RI via website Info Pemilu memunculkan empat nama yang unggul sementara untuk calon anggota DPD RI Dapil Lampung.

Di website http://pemilu2024.kpu.go.id, Minggu (18/02/2024) menampilkan jumlah perolehan suara 17 calon DPD RI Dapil Lampung.

Di posisi empat besar suara tertinggi ditempati oleh Jihan Nurlela dengan suara 537.321 (17.35%). Disusul Bustami Zainudin 320.123 (10,34%), Ahmad Bastian 304.078 (9,82) dan Almira Nabila Fauzi,  274.350 (8,86%).

Abdul Hakim dengan perolehan suara 264.374 8,54% nempati posisi ke lima dan Devi Siswandi 241.574 (7,8%) di posisi ke enam.

Melihat fenomena itu, Calon DPD RI nomor urut 13 Khaidir Bujung mengungkapkan kekecewaan terhadap lembaga penyelenggara Pemilu yang disinyalir melakukan pembiaran.

“Ya, ini tentu merugikan seluruh peserta Pemilu. Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah turun kelapangan bisa mendapat suara sedemikian masif,” kata Bujung kepada pembaruan.id, Minggu (18/02/2024).

Menurut Bujung, dari data rekapitulasi yang dilakukan timnya ditemukan banyak penggelembungan suara Calon DPD RI nomor urut 4, yang disinyalir ada unsur kesengajaan.

Perubahan suara tersebut, kata Bujung, mulai dari C1 Plano ke C1 Hasil dan dari C1 Plano ke Sirekap.

“Perubahannya masif, dan ditemukan di banyak TPS. Kalau tidak ada unsur kesengajaan, mengapa hanya suara Almira yang berubah?,” kata Bujung.

Memang, lanjut dia, timnya menemukan ada beberapa calon lain yang mengalami perubahan perolehan suara (menggelembung) tapi tak semasif perubahan suara milik Almira.

“Kami menemukan ada perubahan saat rekap C1 Plano di TPS 3, Pesawaran Indah, Kedondong. Di mana perolehan suara milik calon DPD RI nomor urut 7 yang hanya 3 suara ditulis 33 dan dijelaskan dengan huruf (tiga puluh tiga),” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata dia, di TPS yang sama, perolehan suara calon DPD RI nomor urut 8 juga demikian, yang hanya 8 suara ditulis 88 dan dijelaskan dengan tulisan (delapan puluh delapan).

“Nah perolehan suara milik Almira ini sudah kami inventarisir, jumlahnya mencapai belasan ribu suara,” tuturnya.

Hal tersebut, menurut Bujung tentu sangat merugikan. Tidak saja merugikan calon lain, tapi juga merugikan rakyat dan mencederai demokrasi.

“Bayangkan, saya yang sosialisasi setiap hari, perolehan suara kalah dengan permainan kotor semacam itu,” ujarnya.

Hal tersehut, tambahnya, tentu tidak bisa dibiarkan. Karenanya, dirinya mengajak kepada seluruh calon DPD RI untuk ikut menyuasakan hal tersebut, agar pemilu bersih dapat terwujud.

Sementara, dikutip dari lampos, Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami mengatakan, Real Count KPU hanya sebagai alat bantu, para peserta diminta untuk menunggu hasil pleno di tiap tingkatan, mulai dari kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi.

“Sirekap hanya alat bantu, diharapkan menunggu hasil pleno di tiap tingkatan,” ujar Erwan. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved