PEMBARUAN.ID – Kontingen PWI Lampung menaruh harapan besar pada cabang olahraga bulu tangkis di Porwanas 2024, tapi harapan itu harus kandas di babak final. Tim ganda putra Lampung untuk kategori U-40 hingga 49 tahun gagal mempersembahkan medali emas setelah dipaksa mengakui keunggulan Jawa Barat.
Agung Prahasta dan Mawardi, dua pemain andalan PWI Lampung, harus puas dengan medali perak setelah takluk dari pasangan Jawa Barat, Kusno Sujarwadi dan Tatang Iwan, dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-18.
Kekalahan ini bukan hanya soal medali, tapi juga kegagalan Lampung untuk merangsek naik di klasemen sementara Porwanas 2024.
Pertandingan berlangsung sengit, dengan drama yang tak kalah mendebarkan. Pada set pertama, Lampung harus menyerah 21-15. Namun, Agung dan Mawardi bangkit di set kedua, memetik kemenangan 17-21 dan menyamakan kedudukan.
Set ketiga menjadi penentu, dengan skor yang terus berkejaran. Ketika Lampung sempat memimpin 20-18, harapan kembali muncul. Namun, satu servis jauh dari pemain Lampung yang keluar lapangan justru menjadi titik balik yang pahit. Poin itu memberikan kemenangan bagi Jawa Barat dan memupus ambisi emas Lampung.
Kekalahan ini menyisakan banyak pertanyaan, terutama soal kesiapan dan mentalitas tim dalam menghadapi tekanan di momen-momen krusial.
Apakah ini sekadar nasib buruk, atau ada yang lebih dalam yang perlu dibenahi? Lampung masih harus mengevaluasi kekalahan ini dengan kepala dingin.
Harapan yang begitu tinggi tentu menuntut perenungan yang tak bisa hanya berhenti di permukaan.
“Tapi, apapun itu kami tetap bangga pada seluruh wartawan yang kami tempa menjadi atlit, yang telah berjuang keras. Ini menunjukkan jika atlit kita memang wartawan bukan hasil sulapan,” kata Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah, dengan nada satire. (***)














