iklan
KOMUNITASPERISTIWA

120 Kali Sudah, Balai Wartawan Menebar Berkah

×

120 Kali Sudah, Balai Wartawan Menebar Berkah

Share this article

DI Balai Wartawan yang sering jadi saksi langkah-langkah terburu para jurnalis, siang itu terasa berbeda. Tidak ada hiruk pikuk deadline, tidak ada suara gaduh mengetik atau telepon berdering. Yang ada hanyalah aroma kopi yang mengepul pelan, menghangatkan udara, seolah ingin mengatakan bahwa hari ini—seperti 119 Jumat sebelumnya—kebaikan kembali pulang ke rumahnya.

PWI Peduli bersama Warta Kopi kembali menggelar Jumat Berkah, sebuah kegiatan sederhana yang telah menjadi ritual mingguan. 120 kali sudah agenda ini berjalan.

Bukan angka kecil. Ia lahir dari dompet yang sama-sama dijaga: dari kas PWI Peduli, dari sumbangan anggota, dan dari donasi pihak luar yang tidak mengikat. Tidak megah, tidak riuh, tapi justru di situlah keindahannya.

Ketua PWI Peduli, Zaini Tubarat, memandang kegiatan itu seperti cara menjaga nurani agar tetap hidup. “Selama kita masih bisa berbagi, kita masih punya alasan untuk bersyukur,” ucapnya. Kalimat itu mungkin sederhana, tapi di tengah dunia yang sering lupa caranya peduli, ia terdengar seperti pengingat yang kita butuhkan.

Di sisi lain, Wherlian, Founder Warta Kopi, menata cangkir-cangkir kopi dengan senyum kecil. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar program. Ini adalah ruang kecil tempat setiap orang boleh singgah, merasakan hangatnya diperhatikan.

Di antara paket sembako, makanan hangat, dan tegur sapa yang tulus, ia percaya ada cinta yang bekerja tanpa banyak suara.

Dan Balai Wartawan menjadi saksi. Saksi bahwa kebaikan tidak harus megah untuk memberi arti. Tidak harus viral untuk memberi dampak. Ia hanya perlu dilakukan—setia, meski kecil.

Pada Jumat ke-120 itu, seseorang tersenyum menerima sepiring nasi. Yang lain menunduk pelan, mungkin menyimpan haru. Di antara mereka, mengalir rasa lega yang sulit dijelaskan. Seolah hidup yang keras ini tiba-tiba membuka pintu kecil untuk bernapas.

Karena sering kali, keberkahan tidak turun dari langit dengan gemuruh. Ia datang lewat tangan-tangan yang peduli, lewat secangkir kopi yang dibagikan ikhlas, lewat langkah kecil yang dilakukan berulang-ulang tanpa pamrih.

Dan di Balai Wartawan, Jumat itu, keberkahan kembali menemukan jalannya. Panjang umur kebaikan.

Tabik


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *