Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Komjen Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., menilai Mars Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mencerminkan nilai-nilai integritas yang kuat. Pandangan tersebut disampaikan saat memberikan Kuliah Umum bertema Pendidikan Antikorupsi untuk Membangun Budaya Integritas di Ruang Teater lantai 2 UIN RIL, Rabu (5/11/2025).
“Mars UIN RIL diawali dengan kalimat bersatu padu, itu luar biasa. Di dalamnya ada cita-cita menjadi insan berakhlak mulia, membangun masyarakat adil dan makmur. Kalau kita sungguh-sungguh memaknai naskah mars itu, sebenarnya nilai integritas sudah selesai di situ,” ujar Setyo Budiyanto di hadapan sivitas akademika UIN RIL.
Menurutnya, integritas bukan sesuatu yang bisa dipelajari hanya lewat teori, melainkan harus ditanamkan dan dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. “Integritas itu tidak ada sekolahnya. Tapi jika setiap sivitas akademika menjadikan isi mars itu sebagai pedoman hidup, maka tidak ada lagi penyelewengan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPK juga menekankan bahwa perguruan tinggi merupakan benteng terakhir akal sehat bangsa. Kampus, kata dia, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran antikorupsi melalui pendidikan, riset, dan keteladanan.
Kuliah umum yang digelar di UIN Raden Intan Lampung itu turut dihadiri Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, serta tim Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah III.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Wan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa. “Tema ini gue banget, menyala abangku! Sejak transformasi kelembagaan tahun 2017 dengan tagline ber-ISI — Intellectuality, Spirituality, dan Integrity — kami selalu menekankan pentingnya warga kampus menjadi teladan berintegritas,” ujarnya.
Prof. Wan juga menegaskan bahwa UIN RIL menegakkan prinsip integritas di seluruh lini, baik akademik maupun non-akademik. “Kami tegakkan integritas, terutama tidak ada transaksi jabatan, promosi, atau mutasi yang bersifat transaksional di lingkungan kampus,” tegasnya.
Acara kuliah umum tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, para guru besar, sepuluh bakal calon rektor, serta tenaga kependidikan. Dari kalangan mahasiswa, hadir perwakilan SEMA, DEMA, UKM, serta mahasantri Ma’had Al-Jami’ah yang memenuhi ruang teater untuk mengikuti kegiatan edukatif tersebut. (***)














