Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., membuka 1st International Conference on Halal, Science, Technology and Innovation (IC-HaSTI) dengan sambutan yang disampaikan dalam tiga bahasa asing, yakni Inggris, Rusia, dan Arab. Aksi tersebut menarik perhatian peserta konferensi dan mahasiswa yang hadir di Ballroom UIN Raden Intan Lampung.
Rektor yang merupakan alumnus program doktoral dari St. Petersburg University, Rusia, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Tomsk State University (TSU) Rusia, mitra akademik yang telah lama bekerja sama dengan UIN Raden Intan Lampung.
“I personally extend my gratitude and the warmest greeting to our friends from TSU, who have supported the establishment of the new Faculty of Science and Technology not only during this year but also from the last year and two last year before,” ucap Prof. Wan dalam bahasa Inggris. Ia kemudian melanjutkan sambutan tersebut dalam bahasa Rusia dan Arab, disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Penggunaan tiga bahasa tersebut menggambarkan karakter internasional dan inklusif UIN Raden Intan Lampung, sekaligus mencerminkan latar belakang akademik Rektor yang kuat di dunia global.
Menariknya, semangat multibahasa juga tampak sepanjang jalannya acara. Pembawa acara IC-HaSTI menggunakan tiga bahasa – Indonesia, Inggris, dan Arab – dalam menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan, menambah kesan profesional dan memperkuat citra internasional konferensi ini.
Dalam pidato pembukaannya, Prof. Wan menegaskan bahwa konferensi ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem halal global yang terintegrasi lintas disiplin.
“Konferensi ini menandai upaya bersama untuk mengembangkan ekosistem halal yang tidak hanya berfokus pada aspek kehalalan, tetapi juga mengintegrasikan bidang data science, sistem informasi, kimia, dan biologi. Integrasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menciptakan inovasi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa industri halal kini telah memasuki era baru, tidak hanya mencakup produk makanan, tetapi juga meluas ke sektor farmasi, kosmetik, pariwisata, energi, logistik, hingga keuangan syariah.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat rujukan global dalam pengembangan industri halal. Potensi ini akan terwujud jika kita terus memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi internasional seperti yang dilakukan melalui konferensi ini,” tambahnya.
Prof. Wan Jamaluddin juga menekankan pentingnya riset ilmiah berkelanjutan untuk mendukung produk dan sistem halal.
“Masa depan halal akan menuntut integrasi nilai spiritual, sains, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian yang mendukung sistem halal tidak hanya penting untuk memenuhi standar syariah, tetapi juga memastikan keamanan, etika, dan keberlanjutan kehidupan manusia,” jelasnya.
Rektor kembali menegaskan semangat internasionalisasi UIN Raden Intan Lampung dan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas negara, khususnya dengan TSU Rusia yang telah mendukung pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi sejak awal berdirinya.
Konferensi IC-HaSTI diikuti oleh sejumlah narasumber dari berbagai negara, di antaranya Prof. Artyom Rykun (Vice-Rector for International Affairs, Tomsk State University, Rusia), Dr. Acharee Suksuwan, Ph.D. (The Halal Science Center, Chulalongkorn University, Thailand), dan Dr. Yuni Satitiningrum (UIN Raden Intan Lampung).














