iklan
AgamaNASIONAL

Buya Said Prihatin, PBNU Terus Memanas

×

Buya Said Prihatin, PBNU Terus Memanas

Share this article

PEMBARUAN.ID – Ketegangan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus meningkat. Mantan Ketua Umum PBNU 2010–2021, KH Said Aqil Siroj, menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang dinilainya kian memanas dan perlu segera ditemukan jalan keluar terbaik.

Hal itu disampaikan juru bicara pribadi Buya Said, Raditiyo, kepada Pembaruan.id, Senin (24/11/2025).

“Beliau prihatin, sedih. Berharap segera berakhir dan ada jalan keluar terbaik,” ujar Radit.

Sementara itu, dinamika internal PBNU memasuki fase baru setelah Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengumumkan rencana pertemuan besar para kiai sepuh di Pesantren Lirboyo, Kediri. Pertemuan ini diharapkan menjadi forum penyelesaian konflik yang dalam beberapa hari terakhir melebar di ruang publik.

“Insyaallah akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh dan unsur-unsur kepemimpinan NU. Tuan rumahnya Pesantren Lirboyo,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (23/11/2025) malam.

Meski jadwal belum ditetapkan, Ketua Umum PBNU menegaskan bahwa kesepakatan terkait penyelenggaraan pertemuan telah dicapai.

“Mudah-mudahan menjadi pembuka jalan keluar dari masalah yang ada,” ujarnya.

Gus Yahya juga menekankan bahwa NU memiliki aturan dan konstitusi yang harus menjadi rujukan dalam menyikapi setiap dinamika organisasi.

“Semua pernyataan atau artikulasi dari siapa pun harus diukur dengan aturan dan regulasi organisasi,” tegasnya.

Pernyataan Gus Yahya disampaikan usai silaturahim yang dihadiri sekitar 50 kiai dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra Utara. Para ulama tersebut menyesalkan polemik terkait rapat harian Syuriah PBNU yang viral di media sosial.

Rapat pada Kamis (20/11/2025) itu menghasilkan keputusan Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU yang meminta Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum. Risalah rapat bahkan telah ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Dengan memanasnya situasi dan munculnya kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk Buya Said, harapan kini tertuju pada pertemuan besar di Lirboyo yang diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan soliditas di tubuh PBNU. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *