iklan
LingkunganPERISTIWA

Dari Lumpur dan Hujan, Harapan Baru Tumbuh di Pesisir Lampung

×

Dari Lumpur dan Hujan, Harapan Baru Tumbuh di Pesisir Lampung

Share this article

PEMBARUAN.ID – Pulau Pasaran, Teluk Betung Timur, Minggu (21/09/2025), diselimuti hujan sejak pagi. Namun, air yang mengguyur tak menyurutkan langkah ratusan relawan yang datang membawa semangat.

Dengan pakaian basah dan tangan penuh lumpur, mereka menanam ribuan bibit mangrove di tepi pantai. Hari itu, 5.000 pohon ditanam—bukan sekadar batang kecil yang menancap di tanah, melainkan harapan yang tumbuh untuk masa depan pesisir Lampung.

Sekitar 350 peserta hadir, terdiri dari komunitas Tangan Lampung, relawan, instansi pemerintah, aparat, hingga warga pesisir. Mereka berangkat bersama dari Museum Lampung sejak pagi, lalu berkumpul di Lapangan SMPN 42 Bandarlampung untuk memulai rangkaian acara. Lelehan keringat bercampur hujan, namun semua tetap bertahan dengan senyum yang tak luntur.

“Mangrove itu bukan hanya pohon di tepi laut. Ia penyelamat garis pantai, penyerap karbon, dan penjaga kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Jefriyadi, Ketua Umum Tangan Lampung. Kata-kata itu seolah menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar penanaman—ia adalah janji untuk menjaga bumi tetap lestari.

Sambutan apresiatif datang dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Wali Kota Eva Dwiana, melalui Asisten I Wilson Faisol, menegaskan bahwa langkah Tangan Lampung selaras dengan program pelestarian ekosistem pesisir.

“Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat,” ujarnya.

Selepas santap siang sederhana, para relawan kembali ke bibir pantai. Mereka menerima arahan teknis, lalu satu per satu menancapkan bibit ke tanah basah. Hujan masih turun, namun tawa anak-anak pesisir yang ikut membantu membuat suasana hangat.

Kolaborasi multipihak terlihat jelas. Dinas, aparat, komunitas, hingga kelompok nelayan bahu-membahu menanam masa depan. Hari itu, hujan menjadi saksi bahwa di tengah keterbatasan, semangat menjaga alam bisa menyatukan siapa saja.

Bibit mangrove yang ditanam mungkin masih kecil dan rapuh. Namun suatu hari, ketika mereka tumbuh besar dan menjulang, masyarakat akan melihat hasil nyata: pantai yang terlindungi, ekosistem yang hidup, dan generasi pesisir yang tetap punya rumah untuk dijaga. Dari lumpur dan hujan, harapan itu mulai berakar. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *