iklan
KOMUNITASPERISTIWA

Mabinda, Mabincab dan Ketua IKA PMII Lampung Konsisten Kawal Perkaderan

×

Mabinda, Mabincab dan Ketua IKA PMII Lampung Konsisten Kawal Perkaderan

Share this article

PEMBARUAN.ID – Komitmen terhadap penguatan dan pemerataan kaderisasi terus dikawal oleh jajaran Majelis Pembina Daerah (Mabinda), Majelis Pembina Cabang (Mabincab), serta Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Lampung. Hal ini terlihat dalam momentum Pelatihan Kader Nasional (PKN) ke-19 yang digelar di Aula BPMP Lampung, Bandarlampung, Kamis (07/08/2025).

Ketua IKA PMII Lampung, Noversiman Subing, yang turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, juga dibersamai Ketua Mabinda, Fajrun Najah Ahmad serta Ketua Mabincab, Syahrudin Putra menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya PKN di Lampung—bahkan untuk pertama kalinya di Pulau Sumatera. Ia menilai, langkah Pengurus Besar PMII ini sebagai bagian dari strategi pemetaan dan penguatan kaderisasi secara nasional.

“Lazimnya PKN digelar di Pulau Jawa, maka kehadirannya di Sumatera, khususnya di Lampung, patut diapresiasi. Ini adalah bagian dari pemerataan sekaligus penguatan perkaderan PMII,” ujar Noversiman, yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Lampung Timur.

Lebih jauh, Noversiman yang juga pernah duduk sebagai Anggota DPRD Lampung periode 2019–2024 menekankan bahwa konsistensi Mabinda dan Mabincab dalam mengawal proses kaderisasi harus terus dijaga. Ia berharap PKN ke-19 ini dapat berlangsung sukses dan membawa dampak strategis bagi pertumbuhan kualitas kader PMII di daerah.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan PKN di Lampung. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk komitmen PB PMII dalam memeratakan pelatihan kader di seluruh wilayah Indonesia.

“PKN ini adalah bagian dari ikhtiar kita agar kaderisasi tak hanya terpusat di Jawa, tapi juga mengakar kuat di wilayah lain seperti Sumatera,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Shofiyulloh juga menekankan pentingnya keberpihakan kader PMII terhadap rakyat, khususnya kaum kecil. “Sejak didirikan 65 tahun lalu, PMII selalu berada di garis perjuangan rakyat. Maka, apapun peran kader ke depan—mau jadi wakil gubernur, profesor, atau lainnya—keberpihakan itu harus tetap jadi prinsip,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar peserta menikmati proses pelatihan ini dengan penuh kesadaran. “PKN bukan hanya hak, tapi juga kewajiban yang membawa tanggung jawab besar,” tutupnya. (san/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *