PEMBARUAN.ID (Way Kanan) – Di tengah udara sejuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Rabu 11 Juni 2025 (15 Dzulhijjah 1446 H), gema takbir dan semangat juang Nahdlatul Ulama menggema. Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rebang Tangkas dan Yaumul Ijtima Syuriah PCNU Way Kanan bukan sekadar seremoni—ini adalah ikrar suci para pejuang umat dalam barisan Nahdliyin.
Hadir para tokoh utama NU yang menjadi panutan dan pengarah gerakan: Rois Syuriah KH Rofiul Basori, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Nurhuda, perwakilan Rois Syuriah PWNU Lampung KH Bakhrudin, Mustasyar PCNU KH Nurkholis, serta anggota DPRD Way Kanan Abdullah Candra Kurniawan dan Nando. Mereka hadir sebagai saksi lahirnya barisan baru pejuang NU di Rebang Tangkas.
KH Nurhuda memimpin langsung prosesi pelantikan, membacakan susunan pengurus yang kini resmi mengemban amanah besar: Rois Syuriah Kiai Hambali, Katib Syuriah Ustadz Mulyadi, A’wan Matzendera, Ketua Tanfidziyah Ustadz Arif Mahfudin, Sekretaris Ustadz Heri Susanto, Bendahara Ustadz Suyono, dan jajaran pengurus lainnya.
Dalam pidato yang penuh semangat dan ketegasan, KH Nurhuda menyerukan penjagaan marwah Nahdlatul Ulama sebagai harga mati. Ia mengingatkan seluruh struktur NU untuk tidak terlibat dalam organisasi luar seperti PWI dan Laskar Sabilillah.
“Jangan biarkan marwah NU ternoda. Bergabunglah dalam perjuangan, tapi jangan keluar dari garis Nahdlatul Ulama. NU bukan sekadar organisasi, ini adalah jalan juang,” tegasnya.
Ia pun mengobarkan semangat para pengurus baru agar menjadi garda terdepan dalam pengabdian.
“Selamat kepada para pengurus. Jadilah ujung tombak perubahan—ikhlas, militan, bersinergi, dan bersatu dalam satu barisan untuk Islam Ahlussunnah wal Jama’ah,” serunya penuh semangat.
KH Rofiul Basori, Rois Syuriah PCNU Way Kanan, turut menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh: bahwa perjuangan di NU adalah jalan yang menautkan dunia dan akhirat.
“Semoga para pengurus yang baru dilantik senantiasa dilimpahi berkah, diberi kekuatan dalam melayani ulama, umat, bangsa, dan negara. Jalan ini mulia, dan hanya pejuang sejati yang mampu bertahan,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi titik tolak. Sebuah panggilan jiwa. Bahwa Nahdlatul Ulama bukan hanya tempat berkumpul, tetapi medan pengabdian. Komitmen para pengurus baru di Rebang Tangkas adalah lentera harapan untuk masa depan NU yang kokoh, berwibawa, dan tetap berdiri tegak menghadapi tantangan zaman. (demsy)














