DI sebuah ruangan megah gedung DPRD Kota Bandarlampung, sinar matahari pagi menembus kaca-kaca jendela, menciptakan siluet yang indah di balik panggung.
Pada momen yang begitu bersejarah ini, Senin (19/08/2024) anggota DPRD Kota Bandarlampung untuk periode 2024-2029 resmi dilantik, menyongsong masa depan kota dengan penuh harapan dan tanggung jawab.
Di antara para pejabat yang berdiri dengan tegap, tampak seorang pria muda dengan senyum tenang, Ahmad Muqhis namanya. Pria yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, dengan tekad kuat, menyatakan komitmennya untuk menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan yang mensejahterakan.
“Yang mendorong saya masuk dalam dunia politik karena adanya suport dari keluarga besar. Hal itulah yang menjadi modal pertama dan yang utama untuk saya,” ujar pria yang akrab disapa Agis itu, yang akrab disapa Bang Agis, dengan suara penuh keyakinan.
Agis bukanlah sosok asing di kalangan keluarga besar PKB Lampung dan Nahdlatul Ulama (NU). Warisan semangat dan perjuangan kakaknya, Taufik Rahman, menjadi obor yang menyala dalam hatinya.
Dengan latar belakang keluarga NU yang kuat dan pengalaman sebagai pengusaha sukses, Agis merasakan panggilan untuk melanjutkan perjuangan tersebut di ranah politik.
Sorotan utama Agis adalah sektor pendidikan, pesantren, dan UMKM. Sejak masa mahasiswa, ia telah merintis usaha The Down House yang kini menjadi favorit di kalangan remaja.
“Tentu kami dari fraksi PKB, dari pusat sampai daerah banyak sekali yang menjadi prioritas, antara lain dunia pendidikan dan pesantren. Saya akan mencoba masuk pada dua wilayah tersebut,” tuturnya, dengan semangat yang menggebu.
Baginya, pendidikan dan pesantren adalah pilar penting yang belum banyak mendapat perhatian serius. Ia bertekad untuk membawa perubahan nyata, memastikan setiap sudut Bandarlampung merasakan manfaat dari program-program yang akan ia usung.
Tak hanya itu, Agis juga memiliki visi besar untuk UMKM. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, ia melihat peluang emas untuk mengangkat perekonomian lokal melalui digitalisasi.
“Pelaku UMKM harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Saya akan mendorong UMKM berbasis teknologi,” katanya dengan pandangan jauh ke depan.
Ia yakin, UMKM yang berkembang dapat menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran dan ketimpangan sosial.
“UMKM sangat besar peranannya, bahwa dia bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi permasalahan pengangguran dan ketimpangan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Pengangguran, jelas dia, bisa diatasi apabila UMKMnya berjalan dengan lancar dengan didukung oleh peraturan-peraturan pemerintah dan pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM.
Agis juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat dan keluarga besar yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan.
Khususnya kepada masyarakat di dapil 6, Bandarlampung, ia berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, membawa manfaat nyata bagi semua.
Di bawah langit biru Kota Bandarlampung, harapan dan mimpi-mimpi baru mulai ditenun. Dengan semangat yang menyala, Agis siap melangkah, mengukir cerita baru dalam lembaran sejarah kota tercinta. (sandika)














