iklan
HEADLINEOLAHRAGA

PWI Lampung Masih ‘Raja’ Sumatera

×

PWI Lampung Masih ‘Raja’ Sumatera

Share this article

PEMBARUAN.ID – Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali mencatatkan PWI Lampung sebagai raja tak tergoyahkan di Sumatera.

Dengan koleksi 2 medali emas, 7 medali perak, dan 15 medali perunggu, mereka berhasil mengulang kejayaan di Malang pada 2022. Namun, di balik gemilangnya perolehan medali, ada sebuah narasi yang tak bisa diabaikan: sebuah kegagalan terselubung dalam euforia kemenangan.

Jika kita bicara soal jumlah medali, PWI Lampung memang tak tertandingi. Tidak ada satu cabang olahraga pun yang luput dari genggaman medali. Tetapi, mengapa perasaan puas itu masih terasa jauh dari jangkauan? Ya, Lampung masih dibawah Kalsel dan Jabar dalam hal jumlah medali.

Ketua SIWO PWI Lampung, Muslim Pranata, terang-terangan mengaku bangga, namun sekaligus mengakui bahwa ada yang kurang dari pencapaian ini. Target tiga besar yang diharapkan, meleset. Ini tentu menjadi refleksi penting, bukan hanya bagi para atlet, tetapi juga bagi pembinaan olahraga di Lampung.

“Target kita masuk tiga besar. Tapi dengan capaian ini kami sudah bangga. Sebab, cukup berat menaklukkan tuan rumah,” ujar Muslim, seakan menutupi kekecewaan dengan kalimat normatif.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, juga tak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan para atlet. Namun, sekali lagi, kebanggaan itu terasa hambar ketika ditempatkan dalam konteks kegagalan mencapai target yang telah ditetapkan.

“Tidak satu caborpun kita absen dari medali, ini membuktikan atlit kita berjuang keras. Saya bangga,” kata Wirahadikusumah. Tetapi, apakah medali yang berderet itu cukup untuk menutupi rasa kecewa atas posisi nasional yang tak beranjak?

PWI Lampung mungkin tetap menjadi raja di Sumatra, namun sebagai penguasa, mereka seolah-olah belum mampu membawa kejayaan itu ke panggung nasional.

Keberhasilan mereka menguasai Sumatra perlu dikritisi lebih dalam—bukan hanya sebagai pencapaian, tapi juga sebagai pelajaran. Raja yang hebat tidak hanya menang di wilayahnya, tetapi juga mampu memimpin di tingkat nasional.

PWI Lampung harus menjawab tantangan ini dengan aksi nyata, bukan sekadar dengan deretan medali yang tak sejalan dengan target yang dicapai.

Butuh Pembinaan yang Lebih Terarah

PWI Lampung telah membuktikan diri sebagai kekuatan yang tak bisa diabaikan di Sumatra. Namun, untuk bisa bersaing di level nasional dan mencapai target yang lebih tinggi, diperlukan strategi pembinaan yang lebih terarah dan terukur.

Evaluasi menyeluruh harus dilakukan, bukan hanya terhadap performa atlet, tetapi juga pada aspek manajemen, pelatihan, dan dukungan yang diberikan selama persiapan hingga pelaksanaan Porwanas.

Penguatan kolaborasi antara PWI, pelatih, dan pemerintah daerah juga menjadi kunci untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Lampung lebih tinggi lagi di kancah nasional.

Selain itu, pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan, fokus pada peningkatan kualitas, serta penyiapan mental dan fisik atlet harus menjadi prioritas. Dengan demikian, PWI Lampung tidak hanya menjadi raja di Sumatra, tetapi juga akan mampu berdiri sejajar dengan kontingen terbaik di seluruh Indonesia.

Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai titik awal untuk meraih kejayaan yang lebih besar di masa depan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika target yang diinginkan dapat tercapai dengan perencanaan matang dan eksekusi yang tepat.

Lampung memiliki potensi besar, dan dengan kerja keras serta komitmen yang kuat, bukan tidak mungkin, kita akan melihat mereka duduk di puncak klasemen nasional pada Porwanas berikutnya. (red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *