PEMBARUAN.ID – Rekomendasi Partai Golkar kepada pasangan Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dan dr. Jihan Nurlela sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung untuk periode 2024-2029 seolah menjadi satu lagi bagian dari puzzle politik yang mulai terbentuk di Provinsi Lampung.
Dukungan dari partai berlambang pohon beringin ini tentu tidak bisa dianggap remeh. Namun, apakah keputusan ini sekadar langkah taktis dalam permainan kekuasaan atau benar-benar representasi dari aspirasi rakyat?
Penyerahan surat rekomendasi yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, menunjukkan bahwa dukungan ini tidak main-main. Ada kekuatan besar yang sedang dikonsolidasikan.
Namun, di balik pidato terima kasih Rahmat Mirzani Djausal, ada pertanyaan besar yang harus dijawab: Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh pasangan ini untuk Lampung?
RMD menyatakan bahwa dukungan Golkar semakin memperkuat semangat mereka untuk berjuang demi masyarakat Lampung. Namun, berapa kali kita mendengar janji semacam ini dalam panggung politik? Dan berapa kali pula janji-janji tersebut sekadar menjadi angin lalu ketika kekuasaan sudah digenggam?
Lampung, dengan segala potensi dan permasalahannya, membutuhkan lebih dari sekadar retorika. Pembangunan dan kemajuan yang dijanjikan sering kali tenggelam dalam hiruk-pikuk kepentingan politik.
Apakah pasangan RMD-Jihan memiliki visi yang benar-benar jelas dan strategi yang konkret untuk memajukan Lampung? Atau, apakah mereka hanya menjadi bagian dari sekian banyak politisi yang berlomba meraih kekuasaan tanpa arah yang jelas?
Dan bagaimana dengan PDIP, partai besar yang hingga kini belum menentukan arah dukungannya? Apakah mereka sedang menunggu momentum yang tepat atau ada pertimbangan lain yang lebih mendalam? Pilgub Lampung ini bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin, tetapi juga tentang siapa yang akan mewujudkan harapan rakyat.
Di tengah euforia politik yang semakin memanas, satu hal yang harus selalu diingat: Masyarakat Lampung tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berjanji. Mereka butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan nyata, bukan sekadar menambah warna dalam peta politik. Pertanyaannya, apakah RMD dan Jihan mampu menjadi jawaban bagi harapan tersebut? (sandika)














