list

Fahri Hamzah Bicara Pemilu Damai di Dialog Kebangsaan Kampus IIB Darmajaya

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga Mantan Pimpinan DPR RI Fahri Hamzah menyebutkan tiga syarat utama untuk mencapai pemilihan presiden (Pilpres) yang damai dan berkualitas, yaitu konstitusi, instansi, serta politisi.

Hal itu disampaikanya dalam dialog kebangsaan bertajuk ‘Urgensi Pilpres Damai Menuju Indonesi Emas 2045,’ di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Jumat (12/01/2024).

Eks Aktivis 1998 ini lantas menjelaskan, di masa orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto, konstitusi Indonesia melahirkan kepemimpin otoriter yang merenggut kebebasan serta hak-hak setiap warga negara.

Menurut Fahri dalam konsep negara yang otoriter, menjadikan negara diatas dari kepentingan lain termasuk kepentingan para warga negaranya. Bahkan, dahulu untuk mengadakan diskusi publik seperti ini sangat sulit sekali.

Mahasiswa era 1998, kata Fahri, bergerak meruntuhkan kekuasaan orde baru dan ingin merubah isi dari konstitusi tersebut.

“Mencapai demokrasi seperti hari ini memang berat. Makanya mahasiswa dahulu meminta amandemen konstitusi. Kenapa itu dilakukan? karena konstitusi itu darurat dan membiarkan orde baru yang otoriter. Ketika pak Harto jatuh maka dirubah konstitusi. Sebanyak 88 persen isi konstitusi yang lama diperbaharui,” kata dia.

Konstitusi hari ini, kata dia, telah memungkinkan demokrasi berjalan sebagai mana mestinya, dan melanggengkan kebebasan bagi setiap warga negara.

Fahri Melanjutkan, soal yang kedua, yaitu institusi. Dalam negara demokrasi, memiliki institusi yakni eksekutif serta legislatif yang dipilih oleh rakyat.

Dalam negara demokrasi, rakyat yang berkuasa dan menentukan siapa pemimpin ataupun wakil rakyat yang akan mewakilinya.
Bagaimana mencapai pemilu damai dan Indonesia emas 2045 ditentukan oleh pemimpin yang dipilih rakyat.

Fahri mengatakan yang ketiga adalah politisi. Untuk mencapai Indonesia emas saat ini sangat diperlukan politisi yang baik.

“Sekarang ini banyak politisi yang mengenakan baju oren (terjerat kasus korupsi). Kalau politisi baik akan baik juga negeri ini,” bebernya.

Sementara itu dalam kesempatan sambutan Rektor Institut Informastika dan Bisnis Darmajaya Abdul Aziz mengatakan, diskusi yang dilakukan oleh pihaknya saat ini menjadi sangat penting karena Indonesia akan melakukan pergantian kepemimpinan melalui pemilu 2024.

Ia mengatakan Indonesia pada 2045 akan mendapatkan bonus demografi, maka dengan pemimpin yang tepat bonus demografi dapat dimaksimalkan menjadi Indonesia emas 2045.

“Pada 14 Februari ini kita menentukan siapa pemimpin kita, kalau gagal maka estafet kepemimpinan akan terhambat. Tidak ada negara maju yang tidak memiliki presiden dan visi yang baik,” jelasnya.

“Alhamdulillah mahasiswa bisa hadir disini untuk berdialog untuk membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. Hari ini Allah swt meringankan kaki pak Fahri Hamzah hadir disini. Kita tahu beliau selama di DPR dan bagaimana kiprahnya,” tambahnya. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved