logo pembaruan
list

Ditargetkan Rampung 2026, RSPTN Unila; RSP Riset Pertama di Sumatra

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Universitas Lampung (Unila) tengah mengemban proyek bersejarah dengan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN), yang diposisikan sebagai fokus utama sebagai Rumah Sakit Pendidikan Riset (RSP) pertama di Pulau Sumatra.

Melalui inisiatif yang digelar dalam kerangka Higher Education for Technology and Innovation (HETI) dan didanai melalui pinjaman dari Asia Development Bank (ADB), RSPTN Unila diharapkan akan meresmikan pintu-pintu pelayanannya pada tahun 2026, atau bahkan bisa lebih cepat pada akhir tahun 2025.

Proyek yang mencakup pembangunan RSPTN dan Integrated Research Center (IRC) telah memasuki tahap konstruksi dan pengembangan kapasitas sejak diluncurkan pada 11 Februari 2022.

Dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., selaku Manajer Unit Implementasi Proyek (PIU) HETI Unila, pembangunan RSPTN dan IRC telah dimulai sejak tahun 2024 dan kini fokus pada persiapan peralatan serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola rumah sakit tersebut.

RSPTN Unila akan menjadi manifestasi konsep ramah lingkungan, berbasis IT, efisiensi energi, tahan gempa, dan responsif terhadap gender serta disabilitas.

Keunggulan utama RSPTN Unila adalah integrasinya dengan pusat riset IRC, yang akan memungkinkan pengembangan penelitian yang lebih dalam dan langsung di tempat.

Dengan demikian, RSPTN ini tidak hanya akan menjadi penyedia layanan kesehatan, tetapi juga pusat riset yang berpengaruh.

“Kami berkomitmen untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia RSPTN Unila dengan matang. Kami akan merekrut spesialis IT dan Hospital Management Specialist yang akan diberikan pelatihan khusus,” kata Prof Satria.

Ditargetkan pada tahun 2026, lanjutnya, RSPTN Unila akan menjadi rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur, dengan rencana berkelanjutan untuk meningkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe B.

Sekretaris PIU HETI Unila, Dr. Intanri Kurniati, Sp.P.K., berharap agar RSPTN Unila dapat menjadi rumah sakit pendidikan yang berbeda dari rumah sakit swasta, dengan menjamin kualitas SDM yang unggul.

Proyek HETI Unila tetap tunduk pada pengawasan ketat tim ADB dan pihak terkait pemerintah, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Keuangan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Ini sejalan dengan komitmen Unila untuk melaporkan secara berkala perkembangan proyek kepada pimpinan kampus dan pihak terkait,” kata dia.

Dengan dukungan pinjaman dari ADB, Unila berharap dapat mewujudkan impian memiliki RS yang telah digagas sejak 2008.

“Hadirnya RSPTN dan IRC Unila diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Lampung dalam bidang kesehatan dan meningkatkan reputasi Unila sebagai universitas kelas dunia,” tuturnya.

Penetapan Pemenang Tender: Langkah Penting Menuju Realisasi RSPTN Unila

Proyek ambisius pembangunan RSPTN Unila mencapai tonggak penting dengan pengumuman pemenang tender untuk pembangunan RSPTN, IRC, dan WWTP (Waste Water Treatment Plant) Unila.

Tim Pokja Tender RSPTN Unila telah melakukan evaluasi terhadap lima perusahaan peserta tender, yang berkompetisi untuk memenangkan paket Civil Works Unit (CWU) untuk pembangunan RSPTN, IRC, dan WWTP Unila.

Berdasarkan evaluasi yang cermat, PT. Nindya Karya berhasil meraih peringkat tertinggi dan ditetapkan sebagai pemenang tender.

“Proses penentuan pemenang tender dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan Guideline ADB serta regulasi yang berlaku,” ungkap seorang juru bicara dari Tim Pokja Tender RSPTN Unila.

Langkah-langkah evaluasi yang ketat termasuk reviu oleh Inspektorat Jenderal pada 4-8 Desember 2023 dan paparan di hadapan eselon 1 pada 22 Desember 2023.

Bid Evaluation Report (BER) telah disampaikan ke ADB pada 28 Desember 2023 untuk mendapatkan No Objection Letter (NOL) sebelum pengumuman pemenang dilakukan.

Tim Pokja Tender RSPTN Unila juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas proses tender dengan menolak perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Hal ini termasuk penolakan terhadap perusahaan yang gagal memenuhi persyaratan penyampaian Jaminan Penawaran (Bid Security).

Penetapan pemenang tender ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Universitas Lampung sebagai Center of Excellence di tingkat nasional dan internasional.

Dengan kerjasama yang solid antara Unila, pihak terkait pemerintah, dan kontraktor terpilih, diharapkan pembangunan RSPTN Unila dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Lampung. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved