PEMBARUAN.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat produktivitas ilmiah terkemuka di Indonesia. Berdasarkan data terbaru Science and Technology Index (SINTA) per 3 Januari 2026, UIN RIL berhasil menduduki peringkat ketujuh di antara seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Data yang dirilis melalui laman resmi SINTA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut mencatat SINTA Score 3 Years (tiga tahun terakhir) UIN RIL sebesar 91.496, dengan skor overall mencapai 189.839. Pencapaian ini menempatkannya dalam jajaran sepuluh besar, di bawah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (peringkat 1, skor 450.114), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (peringkat 2), UIN Sumatera Utara (peringkat 3), UIN Sunan Gunung Djati Bandung (peringkat 4), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (peringkat 5), dan UIN Sunan Ampel Surabaya (peringkat 6).
Kepala Pusat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Paten, dan Publikasi Ilmiah (PHPPI) UIN RIL, Antomi Saregar, M.Pd., M.Si., menyatakan bahwa peringkat ini merupakan hasil kerja kolektif dan komitmen berkelanjutan seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya riset.
“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dengan kampus-kampus besar yang terus berakselerasi, posisi ini menunjukkan bahwa UIN Raden Intan Lampung mampu menjaga daya saingnya di tingkat nasional,” ujar Antomi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (10/1/2026).
Meski patut diapresiasi, Antomi menekankan bahwa pemeringkatan SINTA bersifat dinamis. Oleh karena itu, capaian ini tidak dilihat sebagai garis akhir, melainkan sebagai momentum evaluasi dan pacuan untuk terus berbenah.
“Kami memaknainya sebagai pengingat untuk terus berinovasi. Fokus ke depan adalah mendorong penguatan ekosistem riset melalui pusat-pusat penelitian, peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi di jurnal bereputasi, serta penguatan hilirisasi riset dalam bentuk paten dan kekayaan intelektual,” jelasnya.
Strategi penguatan yang akan ditempuh meliputi pendampingan penulisan artikel ilmiah, akselerasi perolehan paten, penguatan literasi publikasi, dan penyediaan kebijakan institusional yang mendukung produktivitas dosen. Selain itu, upaya memperluas jejaring kolaborasi riset lintas institusi dan negara juga akan terus digenjot.
“Harapannya, UIN Raden Intan Lampung tidak hanya mampu bertahan di jajaran 10 besar, tetapi secara bertahap dapat mengejar dan melampaui kampus-kampus yang saat ini berada di atas,” tutur Antomi.
Optimisme itu dilandasi keyakinan bahwa dengan semangat kolaborasi dan integritas akademik, UIN RIL dapat berkontribusi lebih nyata dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan nasional maupun global.
Peringkat sepuluh besar SINTA PTKIN 2026 secara lengkap diisi oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Intan Lampung, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Raden Fatah Palembang, dan IAIN Parepare. (***)














