iklan
DUNIA KAMPUSUIN RIL

Sejarawan UIN RIL Jelaskan Asal Usul Bandarlampung

×

Sejarawan UIN RIL Jelaskan Asal Usul Bandarlampung

Share this article

PEMBARUAN.ID — Sejarawan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Dr. Abd Rahman Hamid, memaparkan asal-usul Kota Bandarlampung dalam Seminar Sejarah 2025 yang diselenggarakan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta.

Kegiatan yang digelar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA itu berlangsung secara hybrid dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia.

Dalam presentasinya, Abd Rahman Hamid yang juga Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN RIL mengawali penjelasan dengan menyoroti makna penamaan “Bandar” dalam Bandarlampung. Istilah tersebut, menurutnya, sarat dengan nuansa maritim karena bermakna pelabuhan atau kota pelabuhan.

Ia menjelaskan, Bandarlampung lahir dari dinamika aktivitas dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Telukbetung dan Pelabuhan Timur (Oosthaven). Dari kedua pelabuhan itu berkembang dua kota, Telukbetung dan Tanjungkarang, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Bandarlampung. Tanjungkarang sendiri tumbuh seiring aktivitas Oosthaven dan keberadaan Stasiun Kereta Api Tanjungkarang sebagai simpul mobilitas dan perdagangan.

“Bandarlampung bukan sekadar kota administratif, melainkan kota yang tumbuh dari aktivitas pelayaran dan perniagaan. Karena itu, Bandarlampung perlu dipelajari dengan pendekatan sejarah maritim,” ujar Abd Rahman Hamid.

Menurutnya, intensitas interaksi di pelabuhan dan kota-kota awal tersebut turut membentuk masyarakat perkotaan Lampung yang multikultural, sebuah warisan sosial yang jejaknya masih dapat ditemui hingga saat ini.

Paparan tersebut merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian Litapdimas tahun 2025 yang dikerjakan oleh tim peneliti UIN RIL, yakni Dr. Abd Rahman Hamid, Uswatun Hasanah, M.Hum, Maylatul Luvi, dan Jihan Nur Azizah.

Selain Abd Rahman Hamid, seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Dr. Kusuma (Universitas Pertahanan), Dr. Didik Pradjoko (Universitas Indonesia), Dr. La Ode Rabani (Universitas Airlangga), serta para peneliti dari Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Riau, dan Universitas Udayana.

Seminar Sejarah 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran Buku Sejarah Nasional Indonesia edisi terbaru oleh Kementerian Kebudayaan RI yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2025.

Dalam proyek nasional tersebut, Abd Rahman Hamid tercatat sebagai satu-satunya penulis dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di luar Pulau Jawa yang berkontribusi dalam penulisan buku tersebut. (***)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *