PEMBARUAN.ID – Pelaksanaan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam rangka Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 menunjukkan tren peningkatan yang positif. Capaian ini tidak terlepas dari peran strategis insan kehumasan PTKIN dalam menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa baru secara nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., saat membuka Kegiatan Konsolidasi Nasional Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 yang berlangsung di Surabaya, Rabu (11/2/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya partisipasi sekolah dan siswa dalam mengisi PDSS sebagai tahapan awal seleksi jalur prestasi tersebut.
“Peningkatan pengisian PDSS tidak terlepas dari konsistensi humas PTKIN dalam menghadirkan layanan informasi yang cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat,” ujar Prof. Abd. Aziz di hadapan para peserta konsolidasi.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kolaboratif tim humas PTKIN di seluruh Indonesia yang secara aktif melakukan edukasi dan publikasi kepada satuan pendidikan menengah. PDSS sendiri merupakan tahapan krusial dalam SPAN PTKIN karena menjadi basis data akademik yang menentukan kelayakan siswa mengikuti seleksi berbasis prestasi.
Prof. Abd. Aziz menegaskan bahwa peran kehumasan saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penghubung strategis dalam membangun pemahaman dan kepercayaan publik terhadap mekanisme penerimaan mahasiswa baru. Pendekatan komunikasi yang edukatif, persuasif, dan responsif dinilai efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait sistem seleksi nasional PTKIN.
Pada tahun ini, PTKIN secara nasional menargetkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPAN sebanyak 184.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai PTKIN di seluruh Indonesia. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui sinergi berkelanjutan antara panitia nasional, pimpinan PTKIN, serta seluruh tim kehumasan dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz menjelaskan bahwa peningkatan pengisian PDSS juga mencerminkan semakin kuatnya citra PTKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui penguatan strategi publikasi yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
Kegiatan Konsolidasi Nasional Publikasi SPAN PTKIN 2026 yang digelar di Surabaya ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah komunikasi publik yang lebih terencana dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang solid, PTKIN optimistis mampu memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam serta melahirkan generasi intelektual yang unggul, moderat, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (***)














