iklan
DAERAH

Geger Aduan Perselingkuhan di Lingkungan Pemkab Pesawaran

×

Geger Aduan Perselingkuhan di Lingkungan Pemkab Pesawaran

Share this article

PEMBARUAN.ID (Pesawaran) – Suasana di lingkungan kerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesawaran mendadak riuh. Bukan soal rotasi jabatan, tender proyek, ataupun disiplin birokrasi—melainkan laporan dugaan perselingkuhan antarsesama pegawai yang kini tengah beredar dari mulut ke mulut.

Kisah ini menyeret dua nama: ISP, seorang pegawai staf yang tengah menunggu terbitnya SK PPPK paruh waktu, dan AJT, rekan kerja satu unitnya.

Aduan itu bukan sekadar bisik-bisik lorong kantor. Seorang pria, suami dari ISP, datang langsung ke kantor dan melaporkan dugaan hubungan gelap tersebut kepada Plt. Kepala Bagian Umum, Yolanda. Yolanda membenarkan bahwa aduan itu telah diterima secara formal dan kini kasus tersebut sudah ditangani Inspektorat.

Bagi sang pelapor, kecurigaan itu bukan tiba-tiba muncul. Ia mengaku telah mengendus adanya kedekatan yang dianggap tak wajar sejak 2020, bahkan menyebut isu tersebut telah menjadi “rahasia umum” di lingkungan kerja.

Namun, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak instansi yang dapat memastikan benar atau tidaknya informasi yang beredar.

Di sisi lain, status kepegawaian ISP yang sedang menunggu keputusan resmi semakin menambah intensitas perhatian publik internal. Bagi sebagian kalangan di kantor itu, isu ini tak hanya soal urusan rumah tangga, tetapi juga menyangkut etika profesi dan citra aparatur.

Pihak Bagian Umum memastikan akan memproses aduan tersebut sesuai prosedur, sembari membuka ruang klarifikasi dari semua pihak yang disebut. “Ya, saat ini kasusnya sudah ditangani Inspektorat,” ujar Yolanda singkat.

Hingga berita ini diturunkan, baik ISP maupun AJT belum memberikan tanggapan. Di ruang kerja yang semula berjalan normal, kini percakapan pelan, tatapan saling bertanya, dan pendekatan hati-hati seakan menjadi rutinitas baru.

Semua menunggu kejelasan, sembari berharap kisah pribadi tidak menjelma menjadi preseden buruk birokrasi. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *