iklan
Agama

Maulid Nabi 1446H, IPNU: Momentum Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak

×

Maulid Nabi 1446H, IPNU: Momentum Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak

Share this article

PEMBARUAN.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini di Provinsi Lampung mendapat sorotan khusus terkait perlindungan perempuan dan anak.

Sejalan dengan ajaran Rahmatan Lil Alamin yang dibawa oleh Nabi, para tokoh masyarakat menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam menjaga kelompok rentan.

Ketua PW IPNU Provinsi Lampung, Ahmad Musthafa A’zhom menegaskan, momen Maulid Nabi harus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat komitmen perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Peringatan ini bukan hanya seremoni, tapi panggilan untuk bertindak sesuai ajaran Nabi yang selalu peduli pada mereka yang lemah dan membutuhkan perlindungan,” kata Gus Adzom saat ditemui usai peringatan Maulid Nabi di Bandarlampung, Senin (16/09/2024).

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian PPPA, per 16 Januari 2024, tercatat 786 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung.

Gus Azdom menilai angka tersebut adalah tanda bahwa perlindungan perempuan dan anak di Lampung masih membutuhkan perhatian lebih serius dari semua pihak.

“Data ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua. Rasulullah selalu menempatkan perempuan dan anak di posisi yang terhormat, dan sudah seharusnya kita menjaga amanah tersebut dengan memastikan mereka terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.

Upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Lampung sebenarnya telah berjalan melalui berbagai kebijakan. Bandarlampung, misalnya, telah menerapkan program Kota Layak Anak yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Namun, tingginya kasus kekerasan menunjukkan masih ada kesenjangan dalam implementasi kebijakan tersebut.

Selain kebijakan di tingkat kota, Indonesia juga memiliki kerangka hukum yang kuat dalam perlindungan perempuan dan anak.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah diperkuat dengan UU No. 35 Tahun 2014, mewajibkan pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk bekerja sama memastikan hak-hak anak terlindungi.

“Peringatan Maulid Nabi ini bisa menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam melindungi kelompok rentan,” ujar Ahmad.

Menurutnya, ajaran rahmatan lil alamin yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW bisa menjadi landasan etika dalam membuat kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan dan anak.

Di tengah peringatan ini, Adzom berharap masyarakat juga turut ambil bagian dalam upaya perlindungan tersebut.

“Peran serta semua pihak sangat penting. Pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bekerja bersama untuk mewujudkan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Lampung,” tutupnya. (***)
.


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *