PEMBARUAN.ID – Jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung kini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Erwinto.
Erwinto menggantikan posisi Kakanwil sebelumnya, Puji Raharjo, yang dilantik sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Haji Dalam Negeri di Badan Penyelenggara Haji (BPH) Republik Indonesia pada Rabu (5/2/2025) lalu.
Sebelum ditunjuk sebagai Plt. Kakanwil Kemenag Lampung, Erwinto menjabat sebagai Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) di Kanwil Kemenag Lampung. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Lampung Utara hingga tahun 2021.
Masih Menunggu SK Pejabat Definitif
Koordinator Humas Kanwil Kemenag Lampung, Alifah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama RI terkait pengangkatan Kakanwil definitif.
“Saat ini posisi Kakanwil dijabat oleh Plt., yaitu Pak Erwinto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Penais Zawa. SK penunjukannya berlaku sejak 5 Februari 2025,” ujar Alifah saat dikonfirmasi, Rabu (26/02/2025).
Terkait waktu pelantikan Kakanwil definitif, Alifah mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat kepastian dari Kementerian Agama.
“Untuk Kakanwil definitif, kami masih menunggu SK dari Menteri Agama. Biasanya kami baru diberi tahu sehari sebelum pelantikan,” jelasnya.
Batasan Wewenang Plt. Sesuai Regulasi
Dalam keterangannya, Erwinto menjelaskan bahwa sebagai Plt., ia hanya memiliki kewenangan menjalankan tugas administratif perkantoran, sesuai dengan ketentuan dalam Edaran BKN Nomor 1 Tahun 2001.
“Penunjukan Plt. bertujuan melancarkan jalannya roda organisasi. Saya tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan strategis, termasuk pengangkatan atau pemberhentian pegawai. Masa jabatan Plt. dibatasi tiga bulan dan dapat diperpanjang sekali lagi selama tiga bulan. Jika melebihi enam bulan, maka secara hukum menjadi masalah,” terang Erwinto.
Ia juga mengajak seluruh jajaran di Kemenag Lampung untuk tetap bekerja secara profesional dan menjaga kekompakan.
“Jangan sampai ada gesekan akibat perbedaan jabatan. Saya mengajak semua untuk fokus bekerja dengan ikhlas. Saya pribadi memegang prinsip ajaran tasawuf, bahwa usaha dan doa adalah bagian dari ikhtiar, tetapi takdir tetap di tangan Tuhan. Siapapun yang nanti ditunjuk sebagai pemimpin, itulah yang harus kita terima dengan lapang dada,” pungkasnya. (sandika)














