Oleh: Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H. )*
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
KABAR duka datang dari keluarga besar PMII, KNPI, PPP, Nahdlatul Ulama, gerakan buruh Indonesia, serta dunia aktivisme nasional. H. Muhammad Rodja, S.H., atau yang akrab disapa Kak Rodja, telah berpulang ke rahmatullah pada usia lebih dari delapan puluh tahun.
Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga kehilangan besar bagi para sahabat seperjuangan, kader-kader organisasi, serta generasi muda yang selama puluhan tahun memperoleh inspirasi dari semangat, keberanian, dan keteladanan hidupnya.
Bagi kader PMII lintas generasi, nama Kak Rodja selalu menghadirkan rasa hormat sekaligus kedekatan emosional. Ia bukan hanya senior organisasi, melainkan guru kehidupan yang mengajarkan arti loyalitas, keberanian, konsistensi, dan pengabdian tanpa pamrih.
Kak Rodja menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Islam Djakarta (UID). Namun sebagaimana banyak aktivis besar pada masanya, pembentukan karakter dan kepemimpinannya tidak hanya lahir dari ruang kuliah, melainkan juga dari pergulatan organisasi, dinamika sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sejak usia muda, bakat kepemimpinan dan semangat juangnya telah terlihat menonjol. Dalam sejarah PMII Jakarta Raya, beliau tercatat sebagai salah satu tokoh penting yang membesarkan organisasi pada masa-masa awal perkembangannya. Kepercayaan kader mengantarkannya menjadi Ketua Umum PMII DKI Jakarta Raya selama dua periode berturut-turut, yakni 1973–1975 dan 1975–1978. Hingga kini, beliau dikenal sebagai salah satu ketua umum dengan masa kepemimpinan terpanjang dalam sejarah organisasi tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, PMII Jakarta Raya berkembang menjadi ruang kaderisasi yang dinamis, kritis, dan penuh semangat perubahan. Pada saat situasi politik nasional tidak selalu ramah terhadap gerakan mahasiswa, Kak Rodja tampil sebagai pemimpin yang berani. Ia tidak hanya menggerakkan organisasi, tetapi juga membangun mental kader agar tidak takut menghadapi tantangan dan tekanan zaman.
Kak Rodja bukan tipe pemimpin yang nyaman berada di belakang meja. Ia selalu hadir di garis depan. Energinya melimpah, semangatnya menyala, dan keberaniannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam berbagai forum kaderisasi, rapat organisasi, maupun diskusi-diskusi informal, beliau mampu membangkitkan optimisme dan keyakinan kader-kader muda.
Pidato-pidatonya penuh daya hidup. Argumentasinya tajam. Semangatnya menular. Banyak kader PMII tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berani karena terinspirasi oleh keteladanan yang beliau tunjukkan.
Dedikasi dan kapasitasnya kemudian mengantarkannya ke tingkat yang lebih luas. Beliau dipercaya menjadi pengurus di Pengurus Besar PMII dan selanjutnya berkiprah di tingkat nasional sebagai salah satu Ketua Dewan Pengurus Pusat KNPI pada masa kepemimpinan Akbar Tanjung.
Pada masa itu, KNPI merupakan salah satu arena strategis pembentukan kepemimpinan nasional. Di forum tersebut, Kak Rodja menunjukkan kemampuannya sebagai aktivis yang mampu merajut persatuan di tengah keberagaman organisasi kepemudaan. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani berbagai kelompok dengan semangat kebangsaan yang kuat.
Namun pengabdiannya tidak berhenti pada dunia kemahasiswaan dan kepemudaan. Salah satu jejak perjuangan yang paling kuat dalam hidupnya adalah keterlibatannya dalam gerakan buruh Indonesia.
Kak Rodja dikenal sebagai pejuang yang gigih membela hak-hak kaum pekerja. Baginya, perjuangan buruh bukan sekadar persoalan ekonomi atau hubungan industrial, melainkan perjuangan kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia meyakini bahwa pembangunan nasional harus memberi manfaat bagi mereka yang bekerja keras setiap hari menggerakkan roda kehidupan bangsa.
Karena keyakinan itu, beliau selalu hadir dalam berbagai forum perjuangan buruh. Ia memberikan advokasi, dukungan moral, serta memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Banyak kalangan buruh mengenangnya sebagai sahabat perjuangan yang setia dan tidak pernah meninggalkan mereka ketika menghadapi berbagai kesulitan.
Perjalanan pengabdiannya kemudian berlanjut di dunia politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di partai berlambang Ka’bah tersebut, beliau dipercaya menjadi Ketua DPC PPP Jakarta Selatan. Amanah itu kemudian membawanya menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Namun seperti halnya aktivis sejati, jabatan tidak pernah mengubah orientasi perjuangannya. Politik baginya bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, kaum kecil, dan kelompok-kelompok yang membutuhkan pembelaan.
Karena itu, dalam setiap fase kehidupannya, terdapat satu benang merah yang tidak pernah berubah: keberpihakan kepada rakyat, komitmen pada keadilan, dan kesetiaan pada idealisme.
Bagi kami yang lebih muda, Kak Rodja adalah simbol generasi aktivis yang tidak pernah pensiun dari perjuangan. Usia boleh bertambah, tetapi semangat pengabdian tidak pernah surut. Jabatan boleh berganti, tetapi idealisme tetap terjaga.
Kini beliau telah menuntaskan tugas sejarahnya.
Beliau meninggalkan keluarga yang dicintainya: istri tercinta, Hj. Kholila, serta putra-putri yang menjadi kebanggaannya, Syifa Rodja, Hamzah Rodja, dan Maryam Rodja.
Kepada keluarga besar almarhum, khususnya Hj. Kholila, Syifa Rodja, Hamzah Rodja, dan Maryam Rodja, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menganugerahkan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
Selamat jalan, Kak Rodja.
Engkau telah menempuh perjalanan panjang dengan penuh kehormatan. Sebagian besar hidupmu engkau persembahkan untuk kaderisasi, perjuangan kemahasiswaan, gerakan kepemudaan, pembelaan kaum buruh, politik kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kami menjadi saksi bahwa engkau tidak pernah berhenti berjuang. Hingga usia senja, semangatmu tetap menyala, suaramu tetap lantang, dan kepedulianmu tidak pernah pudar.
Kami meyakini bahwa seluruh jejak pengabdianmu, dedikasimu kepada PMII, KNPI, PPP, gerakan buruh Indonesia, serta berbagai kebaikan yang engkau tanamkan sepanjang hidup akan menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilaf dan dosamu, melapangkan alam kuburmu, menjadikan akhir hayatmu sebagai husnul khatimah, serta menempatkanmu bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya.
Selamat jalan, Kak Rodja.
Namamu akan tetap hidup dalam sejarah PMII, dalam perjalanan KNPI, dalam perjuangan PPP, dalam gerakan buruh Indonesia, dan dalam hati kader-kader yang pernah merasakan nyala api perjuangan yang engkau wariskan.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
)* Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Masa Bhakti 2024–2029
Anggota DPR/MPR RI 1999–2013
Ketua Umum PMII DKI Jakarta Raya 1989–1990














