PEMBARUAN.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia akademik Lampung. Wahyu Iryana, dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam di UIN Raden Intan Lampung, berhasil meraih juara dalam Sayembara Penulisan Artikel Pemikiran KH. Nazaruddin Umar yang diselenggarakan oleh Nasaruddin Umar Office bekerja sama dengan ibihtafsir.
Keberhasilan tersebut diraih melalui artikel berjudul “Gagasan Kebangsaan KH. Nazaruddin Umar”, sebuah karya yang mengupas relevansi pemikiran kebangsaan KH. Nasaruddin Umar dalam konteks kehidupan Indonesia masa kini. Artikel itu dinilai mampu menghadirkan analisis mendalam mengenai hubungan antara nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis.
Dalam kajiannya, Wahyu Iryana menegaskan bahwa pemikiran KH. Nazaruddin Umar menawarkan jalan dialog yang mempertemukan agama dan nasionalisme sebagai dua unsur yang saling menguatkan. Menurutnya, agama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga menjadi sumber nilai yang dapat memperkokoh persatuan dan memperkuat kehidupan kebangsaan.
Sayembara tingkat nasional tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, penulis, hingga pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ruang akademik untuk mendorong lahirnya kajian-kajian kritis terhadap pemikiran tokoh-tokoh Islam Indonesia yang memiliki kontribusi besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui artikelnya, Wahyu menyoroti bahwa konsep kebangsaan yang dibangun KH. Nasaruddin Umar bertumpu pada prinsip moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Prestasi ini semakin mengukuhkan kiprah Wahyu Iryana sebagai akademisi yang aktif mengembangkan tradisi literasi dan penelitian. Selain mengemban tugas sebagai dosen, ia juga menjabat sebagai Direktur PSSIL serta Sekretaris Kopertais XV Lampung. Selama ini, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, penelitian sejarah Islam, serta penguatan kelembagaan pendidikan tinggi Islam.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menunjukkan bahwa akademisi Lampung mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya-karya intelektual yang berkualitas. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa budaya menulis, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi terus tumbuh dan menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi UIN Raden Intan Lampung, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Kehadiran dosen yang aktif menghasilkan karya ilmiah dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat budaya riset, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar meraih gelar juara, keberhasilan Wahyu Iryana menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari dunia akademik dapat memberikan sumbangan penting bagi pembangunan bangsa. Melalui karya tulis berbasis kajian ilmiah, nilai-nilai kebangsaan, keislaman, dan kemanusiaan dapat terus disebarluaskan serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Dari Lampung, sebuah karya intelektual kembali membuktikan bahwa tradisi literasi dan keilmuan tetap menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan pegiat literasi untuk terus berkarya serta menghadirkan pemikiran-pemikiran konstruktif bagi Indonesia. (***/red)














