iklan
KOMUNITASPERISTIWA

Gelar SKK, Kopri Soroti Peran Multi Sektor dalam Pencegahan Kekerasan Seksual

×

Gelar SKK, Kopri Soroti Peran Multi Sektor dalam Pencegahan Kekerasan Seksual

Share this article
0-0x0-0-0#

PEMBARUAN.ID – Korp PMII Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bandarlampung menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) sebagai upaya memperkuat kapasitas kader perempuan dalam memahami dan berperan aktif dalam isu sosial, terutama perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan ini berlangsung di Wisma Haji, Masjid Al-Furqon, Lungsir, Bandarlampung, Jumat (14/02/2025).

Acara diawali dengan Opening Ceremony dan Dialog Interaktif bertema Peran Multi Sektor dalam Pencegahan Kekerasan Seksual, yang turut melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Ketua Kopri PMII Bandarlampung, Pina Haidar menjelaskan, forum ini menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk mendalami strategi pencegahan kekerasan berbasis gender serta membangun sinergi dengan berbagai pihak.

Ketua Umum PC PMII Bandarlampung, David Novian Matur, menekankan pentingnya sistem kaderisasi yang tidak hanya bersifat formal tetapi juga berkelanjutan.

“Skema kaderisasi harus sistematis agar dapat menciptakan kader yang militan. Jangan hanya berhenti pada pelatihan formal, tetapi harus terus berkembang agar kader mampu memberikan kontribusi nyata di organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Mabincab PMII Bandarlampung, Syahrudin Putera, mengapresiasi pemilihan tema dalam Opening Ceremony SKK, yang dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta visi-misi gubernur terpilih, yang menitikberatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“PMII adalah organisasi kader yang berisi intelektual muda. Karena itu, kegiatan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Saya berharap dialog ini menghasilkan poin-poin strategis mengenai keperempuanan dan perlindungan anak yang dapat diteruskan melalui program konkret bersama PPPA,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syahrudin menekankan bahwa dalam penyelenggaraan SKK ini, PMII Bandarlampung harus merujuk pada 18 program kerja gubernur terpilih yang telah dipadatkan dalam tiga fokus utama, termasuk isu perempuan dan anak.

Ia menilai kesadaran kader dalam mengangkat isu-isu strategis ini sebagai langkah maju yang patut diapresiasi.

“Kolaborasi adalah prinsip manajemen modern, dan saya melihat SKK ini sebagai upaya nyata PMII dalam membangun sinergi lintas sektor guna menciptakan perubahan yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Pengurus PB Kopri, Djuwita Triutami, yang turut membuka Opening Ceremony SKK, menegaskan bahwa isu perempuan merupakan isu fundamental yang harus terus diperjuangkan.

“Kita belum terbiasa dengan konsep self-building, sehingga sering kali gagap dalam menangani kasus-kasus terkait perempuan. Oleh karena itu, kami akan menyusun panduan berupa SOP dalam rangka membangun kesadaran dan kesiapan kader dalam isu ini,” jelasnya.

Dengan diadakannya SKK ini, PMII Bandarlampung berharap dapat mencetak kader perempuan yang tidak hanya memiliki wawasan luas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam isu perlindungan perempuan dan anak.

Selain Manincab hadir juga sejumlah alumni diantaranya, Ketua Harian KNPI Lampung, Wawansyah, Wakil Sekretaris PWI Lampung yang juga Pemred Pembaruan.id, Ariyadi Ahmad dan Komisioner Bawaslu Kota Bandarlampung, Muhammad Muhyi. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *