Oleh: Dr Wahyu Iryana
Penulis, Ketua Pusat Studi Sejarah Islam Lampung
FESTIVAL Istiqlal 2024 menjadi momen penting untuk menguatkan nilai-nilai kerukunan umat beragama dan kesadaran lingkungan. Kementerian Agama menggagas agenda besar ini dengan mengintegrasikan semangat kerukunan lintas iman, pelestarian lingkungan, dan pengembangan konsep eco masjid. Pelaksanaan festival akan tersebar di sembilan kampus PTKIN di Indonesia, dengan puncak acara di Pulau Dewata, Bali.
Untuk wilayah Sumatra, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ditunjuk sebagai pelaksana utama. Sebagai kampus yang dikenal responsif terhadap moderasi beragama dan berkonsep green campus, UIN Raden Intan akan menyelenggarakan Deklarasi Istiqlal Sai Bumi Ruwa Jurai 2024 pada 10-11 Desember 2024.
Kegiatan ini akan diisi oleh tokoh-tokoh penting seperti Dr. KH. Ahmad Suaedi, KH. Marzuki Wahid, Prof. Fadhil Nurdin, Dr. I. Wayan Mustika, Pdt. Samuel D. Luas, dan melibatkan organisasi lintas agama, tokoh adat, serta komunitas Gusdurian.
Deklarasi Kerukunan dan Dialog Lintas Iman
Salah satu agenda utama Festival Istiqlal di Lampung adalah Dialog dan Deklarasi Lintas Iman dan Budaya. Acara ini bertujuan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Lampung.
Lampung sebagai rumah bagi berbagai sukubangsa dan agama memiliki potensi konflik yang sewaktu-waktu dapat muncul akibat ketidakpahaman atau stereotip. Sejarah menunjukkan bahwa konflik sosial, seperti sengketa lahan atau perbedaan agama, sering kali menjadi ancaman bagi harmoni. Karena itu, dialog lintas iman menjadi langkah strategis untuk mendorong saling pengertian, menghormati perbedaan, dan mempererat solidaritas.
Festival Istiqlal juga akan menghadirkan Expo Eco Masjid Safinatul Ulum, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan nilai spiritual dan prinsip keberlanjutan lingkungan. Masjid ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan.
Konsep eco masjid ini mencakup pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah, konservasi air, dan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi. Langkah ini sejalan dengan visi UIN Raden Intan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Expo ini juga akan menjadi wadah inovasi dengan menampilkan kegiatan edukatif, kompetisi, dan aksi nyata untuk memotivasi masyarakat dalam menerapkan solusi ramah lingkungan. Masjid Safinatul Ulum diharapkan menjadi model inspiratif untuk rumah ibadah lain, baik di Indonesia maupun dunia.
Nilai Lokal sebagai Modal Sosial
Lampung memiliki khazanah kearifan lokal yang kaya, seperti falsafah Pi-il Pesenggiri, yang meliputi nilai-nilai kehormatan, keramahan, solidaritas, dan gotong royong. Tradisi ini menjadi modal sosial-budaya yang memperkuat persatuan masyarakat.
Tradisi seperti Sebambangan dan Pahuwiyah, yang melibatkan berbagai sukubangsa dan agama, menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi perekat sosial. Falsafah ini juga dapat menjadi model bagi daerah lain untuk memuliakan perbedaan dan menciptakan harmoni.
Momentum Kolaborasi
Festival Istiqlal 2024 bukan hanya ajang keagamaan, tetapi juga platform untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Dengan melibatkan pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat, festival ini diharapkan mampu menghadirkan solusi untuk isu-isu global seperti kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
Melalui rangkaian program ini, Indonesia memperlihatkan komitmen sebagai negara yang merayakan keberagaman sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Semoga Festival Istiqlal menjadi inspirasi bagi bangsa lain dalam mewujudkan harmoni dan keberlanjutan yang sejati.
Walahu’alam














