PEMBARUAN.ID — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Prof. Dr. H. Muhammad Nuh sebagai Katib Aam PBNU dalam rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Rapat tersebut digelar di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu sore.
Wakil Ketua Umum PBNU Mohammad Mukri menyampaikan, penetapan Muhammad Nuh merupakan bagian dari hasil rapat gabungan yang dihadiri langsung oleh Rais Aam PBNU, Wakil Rais Aam Buya KH Afifuddin Muhajir, serta Penjabat Ketua Umum PBNU hasil rapat pleno Jakarta, KH Zulfa Mustofa.
“Di antara hasil yang disepakati adalah reposisi Katib Aam. Melalui rapat gabungan ini, Katib Aam PBNU ditetapkan kepada Prof. Dr. H. Muhammad Nuh,” ujar Mukri.
Ia menjelaskan, rapat gabungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat pleno sebelumnya, khususnya untuk melakukan reposisi sejumlah posisi dalam struktur kepengurusan PBNU.
Selain penetapan Katib Aam, rapat juga menyepakati adanya reposisi pada beberapa jabatan lain. Namun, pembahasan teknis terkait perubahan kepengurusan tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim khusus.
“Reposisi lainnya akan dibahas lebih lanjut oleh tim yang diketuai langsung oleh Rais Aam dan Pj Ketua Umum PBNU,” jelasnya.
Dalam rapat yang sama, PBNU juga memutuskan pembentukan panitia Musyawarah Nasional (Munas) serta peringatan Hari Lahir (Harlah) satu abad Masehi Nahdlatul Ulama.
Mukri menambahkan, Munas mendatang akan difokuskan pada persiapan pelaksanaan Muktamar NU, termasuk pembahasan awal terkait waktu dan lokasi penyelenggaraan, meski belum ditetapkan secara rinci.
“Fokus kita adalah menyiapkan Muktamar yang akan datang. Untuk tempat dan waktu pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut,” pungkasnya. (***/red)














