list

KPU, Panwaslu Hingga PPK Dilaporkan Terima Suap Total Rp760juta

Facebook
Twitter
WhatsApp
Bawaslu Balam Segera Panggil Panwascam Kedaton dan Way Halim

PEMBARUAN.ID – Caleg DPRD Kota Bandarlampung (Balam) Dapil 4 asal PDIP, M. Erwin Nasution melaporkan 2 oknum penyelenggara Pemilu dan 2 oknum Panwascam ke Bawaslu Lampung, Senin (26/02/2024).

Dalam laporannya yang disampaikan Liaison Officer (LO)-nya, Abdillah Rizaki menyebut pihaknya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp760juta dengan iming-iming memperoleh suara sebanyak 3.700 di Dapil 4 Bandarlampung (Kedaton-Way Halim).

Untuk empat terlapor, Zaki mengatakan, pihaknya memiliki bukti yang kuat dan disertakan dalam palorannya, yakni tangkapan layat chat WhatsApp, rekaman CCTV dan rekaman pengakuan dari salah satu komisioner KPU.

Dari total Rp760 juta yang pihaknya keluarkan, lanjut Zaki, pembagiannya sebagai berikut : Rp530 juta untuk Komisioner KPU Bandarlampung, Rp50 juta untuk Ketua Panwascam Kedaton, Rp50 juta untuk Ketua Panwascam Way Halim dan Rp130 juta kepada PKK Kedaton.

Menanggapi laporan tersebut Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menegaskan bahwa laporan ini diajukan karena ada caleg yang merasa dirugikan setelah dijanjikan kursi DPRD.

Meskipun laporan tersebut telah diterima, Iskardo menegaskan pentingnya tidak menggeneralisir atau mendegradasi kerja keras ratusan ribu orang yang berkontribusi untuk mensukseskan pemilu. Dia menyoroti pengorbanan yang telah dilakukan oleh banyak pihak dalam proses tersebut.

Iskardo menyatakan bahwa Bawaslu tidak dapat menolak laporan yang masuk, namun akan melakukan evaluasi terhadap kebenaran dan bukti yang disampaikan. Proses evaluasi masih dalam tahap pengumpulan bukti sebelum keputusan akhir diambil.

Senada, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Lampung, Hamid Badrul Munir menjelaskan, setelah menerima laporan, pihaknya memiliki waktu dua hari untuk melakukan kajian, apakah laporan memenuhi syarat untuk dilanjutkan atau tidak.

“Dalam dua hari kami akan informasikan pada pelapor terkait lanjut atau tidak. Jika ada bukti atau berkas yang kurang kami akan informasikan,” kata dia.

Terancam Pidana Hingga Pemecatan

Disinggung apa sanksi terberat bagi terlapor? Pria yang akrab disapa Obet itu mengatakan, kemungkinan jika buktinya kuat, tentu masuk ranah pidana pemilu dan pihaknya akan teruskan ke Gakkumdu.

“Ya, jika terbukti pidana pasti dipecat. Prinsipnya pelanggaran semacam ini jika terbukti maka proses pidana berjalan, proses etik juga berjalan,” jelas dia.

Sementara, Komisioner Bawaslu Bandarlampung Ahmad Muhyi mengatakan, atas informasi tersebut pihaknya akan memanggil dua Panwascam yang dilaporkan.

“Ya, kami akan panggil. Terkait hal lain kami meninggu instruksi Bawaslu Provinsi. Kan laporannya ke provinsi,” kata Muhyi, Senin malam.

Prinsipnya, lanjut Muhyi, pihaknya akan memproses dan melakukan kajian terhadap kasus tersebut meski laporannya ke Bawaslu Provinsi.

“Kan informasinya sudah sampai ke telinga kami, jadi kami tidak akan diam. Kami akan jalankan tupoksi kami. Selanjutnya menunggu petunjuk dari Bawaslu Provinsi,” tandasnya. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved