logo pembaruan
list

Kiai Mufti Tantang Gus Miftah!

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung Ahmad Mufti Salim menantang Gus Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah untuk ngaji bareng menafsirkan kitab Ahlussunnah wal Jamaah.

Hal itu, disampaikan pria yang akrab disapa Ustad Mufti dalam unggahan video di instagram pribadinya @mas.mufti pada Selasa (16/01/2024).

Tantangan ini, merespon perihal materi ceramah yang disampaikan Gus Miftah dalam acara pengajian Akbar di Lapangan Cipta Karya, Kalianda Lampung Selatan, Jumat (12/01/2024) yang menyebut wahabi identik dengan PKS.

Dalam ceramahnya tersebut Gus Miftah mengatakan, dakwah ala NU itu menyenangkan atau menakut-nakuti?

“Dakwah yang menyenangkan itu ada di Ahlussunnah wal Jama’ah, yang jamiahnya namanya Nahdlatul Ulama. Menyenangkan itu NU, yang suka nakut-nakuti itu wahabi. Wahabi itu di Indonesia identik dengan PKS,” kata Gus Miftah dalam potongan video ceramahnya.

Menurut Kiai Mufti Salim (begitu redaksi pembaruan.id biasa menyapanya), apa yang disampaikan Gus Miftah adalah sesuatu yang ngawur (tidak tepat). Ia menilai Gus Miftah salah menterjemahkan dan menafsirkan tidak komprehensif.

“Ngawur ini Gus Miftah, sudah menafsirkan ga bener dan cara menterjemahkan enggak komprehensif,” kata Mufti Salim.

Karenanya, dia mengajak Gus Miftah untuk ngaji bareng kitab Ahlusunnah waljamaah di depan ulama Lampung dan Gubernur Lampung serta Ketua MUI Lampung.

“Karena ini ceramahnya di depan Gubernur dan ketua MUI Lampung, ayo kita buka kitab tafsir Ahlusunnah wal jamaah,” ujar Mufti.

“Mari kita ngaji bareng. Gus Miftah yang salah atau saya yang salah memahami. Karena PKS tidak seperti itu, ini tantangan saya untuk Gus Miftah mudah-mudahan segera dijawab,” tutup Mufti.

Diketahui, Kiai Mufti adalah alumni S2 Universitas Kebangsaan Malaysia. Jenjang S1 ia selesaikan di Universitas Islam Madinah. Tidak hanya itu, Kiai Mufti pernah mondok dan menyelesaikan Madrasah Aliah di Yayasan Ali Maksum, Krapyak.

Artinya, Kiai Mufti bukan orang sembarangan. Sanad keilmuannya jelas dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Apakah Gus Miftah akan menerima tantangan Kiai Mufti? Kita nantikan info selanjutnya. (sandika)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved