PEMBARUAN.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung kini berada di bawah kepemimpinan tujuh komisioner baru yang telah resmi dilantik, Selasa (15/10/2024).
Dengan tekad yang mantap, mereka bersiap melanjutkan tahapan Pilkada yang tengah berlangsung. Ketua KPU Lampung periode 2024-2029, Erwan Bustami, menegaskan, proses ini tidak akan terhambat oleh pergantian komisioner.
“Dalam rapat pleno, setiap komisioner telah diberi tanggung jawab sebagai ketua divisi untuk tujuh divisi. Mereka segera bekerja melaksanakan tahapan Pilkada,” jelas Erwan, Rabu (16/10/2024).
Konsolidasi internal dilakukan segera setelah pelantikan dan rapat pleno, memungkinkan para komisioner untuk langsung bergerak sesuai divisi masing-masing.
Menurut Erwan, kesinambungan proses menjadi prioritas utama. “Pergantian ini tidak akan mengganggu tahapan Pilkada karena kita hanya meneruskan tahapan yang sudah berjalan,” tambahnya.
Pengamat politik dari Universitas Lampung, Budiyono, mengingatkan bahwa pergantian ini harus dikelola dengan hati-hati agar tidak berdampak pada kelancaran Pilkada.
“Pelantikan tujuh komisioner seharusnya tidak menghambat tahapan yang sedang berlangsung,” katanya. Ia pun berharap para komisioner bekerja profesional dan membangun koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.
Tujuh komisioner yang baru dilantik, yaitu Ahmad Zamroni, Angga Lazuardy, Dedi Fernando, Ervhan Jaya, Erwan Bustami, Febri Indra Kurniawan, dan Hermansyah, telah menjalani sumpah jabatan yang dipimpin oleh Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. Dalam prosesi tersebut, Afifuddin menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab.
“Sumpah ini harus dijaga dengan teliti, adil, dan bertanggung jawab demi suksesnya pemilu,” pesan Afifuddin, mengingatkan bahwa tanggung jawab mereka adalah demi bangsa, negara, dan pemilih di Lampung.
Dengan pelantikan ini, KPU Lampung kini siap melangkah ke tahap berikutnya, dengan harapan proses Pilkada dapat terus berjalan lancar demi keberhasilan demokrasi di provinsi tersebut.
Setelah pengambilan sumpah, para komisioner KPU Lampung langsung melakukan langkah-langkah untuk mempercepat pelaksanaan tahapan Pilkada yang sedang berlangsung.
Erwan Bustami, yang memimpin jajaran komisioner baru ini, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar setiap proses berjalan tanpa hambatan.
“Tahapan Pilkada ini tidak hanya bergantung pada KPU saja, tetapi juga pada koordinasi dengan Bawaslu, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya. Kami akan fokus memastikan semua pihak bisa bekerja sama dengan baik,” ujar Erwan.
KPU Lampung dihadapkan pada tantangan untuk memastikan partisipasi publik tetap tinggi, terutama dalam menjaga kredibilitas pemilu di tengah pergantian komisioner ini.
Erwan mengakui, komunikasi yang efektif dengan pemilih dan lembaga penyelenggara lainnya akan menjadi prioritas utama. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap proses Pilkada harus terus dijaga.
Dituntut Terbuka dan Akuntabel
Di sisi lain, Budiyono, Akademisi dari Unila juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan tahapan berikutnya.
“KPU harus memastikan setiap langkah terbuka dan akuntabel. Publik berhak tahu bagaimana tahapan ini berjalan, terutama dengan adanya wajah-wajah baru di KPU,” kata Budiyono.
Tujuh komisioner baru juga diharapkan dapat segera beradaptasi dan menangani berbagai isu strategis yang kerap timbul dalam Pilkada.
Mulai dari potensi sengketa pemilu hingga penanganan data pemilih, Erwan menyatakan kesiapan timnya untuk menjalankan tugas secara profesional.
Sejalan dengan harapan publik, KPU Lampung akan berusaha memastikan bahwa tahapan Pilkada 2024 ini dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi standar integritas yang tinggi.
Komitmen ini, menurut Erwan, merupakan upaya untuk mempertahankan kepercayaan pemilih di Lampung dan menjaga kestabilan demokrasi di provinsi tersebut.
“Setiap komisioner memiliki tugas yang berat, tetapi kami percaya bahwa dengan kebersamaan, semua tantangan ini bisa diatasi. Kami berkomitmen untuk menjaga integritas dan kelancaran Pilkada hingga tuntas,” tutup Erwan dengan optimis. (sandika)














