logo pembaruan
list

Resmikan Teknokrat Entrepreneur Vaganza, Mirza Ungkap Peran Penting Pengusaha

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUAN.ID – Anggota DPRD Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) membuka Teknokrat Entrepreneur Vaganza di kampus berjuluk Sang Juara, Senin (20/05/2024).

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung ini mengatakan, adanya entrepreneur vaganza di kampus Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) itu sangat penting untuk meningkatkan jumlah para pengusaha.

“Saya hari ini senang sekali bisa hadir dalam agenda entrepreneur vaganza. Dimana entrepreneur sangat penting,” ujar Mirzani.

Dalam kesempatan itu Mirza mengatakan, pada 2045 pemerintah mencanangkan Indonesia emas, yang mana pendapatan masyarakat Indonesia harus mencapai 13.000 dolar atau Rp14 juta.

“Kita Indonesia juga ditargetkan menjadi negara maju. Untuk mencapai itu, harus ada peningkatan ekonomi yang tinggi. Sekarang peningkatan ekonomi adalah 5 persen, ini karena kurang pengelolaan sumber daya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, di Lampung misalnya, ada komoditas alam seperti gula, kopi hingga udang. Namun sedikit yang bisa mengembangkan karena dikuasai oleh perusahaan besar. Jadi untuk menjadi pengusaha dibidang itu sangat sulit.

Menurut Mirza, cara menaikan ekonomi di Indonesia khususnya Provinsi Lampung adalah dengan memperbanyak pengusaha.

“Formulanya, pengusaha itu harus 5 persen jumlahnya, di provinsi Lampung itu baru 2 persen pengusahanya. Sementara Singapura 11 persen pengusaha,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk menaikkan pengusaha pemula itu dengan diberikan kemudahan fasilitas, dan yang paling penting inkubator bisnis dilakukan secara masif.

Oleh karena itu, lanjut Mirza, apa yang telah dilakukan oleh Universitas Teknokrat Indonesia dalam membuat entrepreneur vaganza adalah upaya menambah pengusaha di bumi Lampung.

“Maka apresiasi besar, apa yang dilakukan Teknokrat bahwa penting inkubator bisnis,” tegasnya.

Sementara, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indoneisa Mahatir Muhammad mengatakan, pihaknya membuka inkubator bisnis di kampusnya karena mahasiswa harus mampu menciptakan bisnisnya sendiri.

“Kita banyak mendengar tentang pengusaha, kita tahu banyak pemberitaan susah mencari pekerjaan. Banyak orang mengantri hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Lowongan kerja semakin berat, banyak tantangan,” tuturnya.

“Tidak cukup mahasiswa itu lulus bekerja, tapi harus mandiri menjadi entrepreneur. Oleh karena itu, UTI melakukan pembinaan dari para pengusaha, bagaimana kiat-kiata membangun usaha,” tutupnya. (san/red)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved