iklan
LEGISLATIF

Legislator Dukung Kerja Sama Pertanian antara Pemprov Lampung dan Tiongkok

×

Legislator Dukung Kerja Sama Pertanian antara Pemprov Lampung dan Tiongkok

Share this article

PEMBARUAN.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui kerja sama internasional. Salah satu fokus utamanya adalah sektor pertanian, mengingat Lampung merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, terutama untuk komoditas padi, jagung, hortikultura, kopi robusta, dan singkong.

Belum lama ini, Pemprov Lampung menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Tiongkok, Qingdao Dagu Grain Co., Ltd., yang bergerak di sektor pertanian, khususnya dalam produksi jagung. Sebelumnya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, juga telah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan maritim terkemuka asal Tiongkok, Jiangsu TanFang Technology Group Co., Ltd., dalam pengembangan sektor pertanian berbasis industri.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Shandong, Tiongkok, pada Mei 2025 lalu, Gubernur Mirza juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang industri teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung.

Melalui kerja sama ini, diharapkan Lampung dapat memperoleh dukungan berupa teknologi pertanian modern, benih unggul, dan fasilitas penunjang yang mampu meningkatkan efisiensi serta pendapatan petani.

Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari legislatif. Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, menyambut baik kerja sama yang dijalin Pemprov Lampung dengan pihak luar negeri, khususnya di sektor pertanian.

“Langkah ini sangat tepat. Mensejahterakan masyarakat dimulai dari mensejahterakan petani, karena mayoritas masyarakat Lampung adalah petani. Kerja sama, baik dengan nasional maupun internasional, akan sangat membantu dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan kita,” ujar politisi PKB tersebut, Rabu (6/8/2025).

Ia menegaskan pentingnya intervensi pemerintah, terutama dalam hal adaptasi teknologi pertanian. Menurutnya, dengan teknologi yang tepat, efisiensi dan produktivitas pertanian dapat meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan petani.

“Kalau petani bisa menekan biaya operasional melalui teknologi, dan pemerintah menjaga stabilitas harga, maka nilai tukar petani akan meningkat. Hal ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Meski mendukung kerja sama internasional, Ahmad Basuki juga mengingatkan agar Pemprov tetap memberi perhatian serius pada kebutuhan dasar petani, seperti benih berkualitas, pupuk tepat waktu, dan jaminan stabilitas harga.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Lampung dari Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas. Ia menilai kerja sama yang dibangun Pemprov dengan Pemerintah Shandong dan perusahaan-perusahaan Tiongkok sebagai langkah positif dan menguntungkan.

“Kerja sama ini tentu telah melalui kajian matang. Apalagi Gubernur memiliki latar belakang di dunia usaha. Saya yakin pertanian Lampung akan semakin maju, terutama dengan dukungan teknologi dan benih unggul dari mitra luar negeri,” ucap Mikdar.

Ia juga secara khusus mengapresiasi kerja sama dengan Qingdao Dagu Grain Co., Ltd. dalam peningkatan produksi jagung.

“Jagung adalah komoditas dengan harga yang relatif stabil dan didukung pemerintah. Dengan kerja sama ini, pendapatan petani jagung akan meningkat. Kita berharap, langkah ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Lampung ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (sandika)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *