PEMBARUAN.ID – Forum Komunikasi Milenial Lampung (FKML) bersiap untuk mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pasangan Eva Dwiana-Deddy Amarullah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandarlampung 2024.
Sebuah pilihan yang, bagi FKML, bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga melanjutkan komitmen pada program-program kerakyatan yang telah terbukti.
Generasi muda Bandarlampung, melalui FKML, menilai bahwa program kesehatan gratis, pendidikan gratis, hingga bantuan UMKM yang telah dijalankan Eva-Deddy bukan sekadar janji.
Realisasi dari program-program tersebut menjadi alasan utama mengapa FKML merasa perlu memberikan dukungan penuh.
Koordinator FKML, Rizki Oktara Putra dengan tegas menyatakan, dukungan ini bukan sekadar simbol, melainkan sebuah momentum bagi generasi milenial untuk terlibat langsung dalam mengawal pembangunan yang sudah dimulai.
“Kami melihat track record yang baik, kinerja pro-rakyat dari Bunda Eva. Selama dua tahun pandemi, Bandarlampung berhasil bangkit. Ini adalah hal baik yang patut kami dukung,” ujarnya.
FKML sendiri menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi tentang gagasan kebangsaan dan menginisiasi kegiatan-kegiatan positif.
Bagi Rizki, bukan hanya dukungan politik yang ingin dibangun FKML, tetapi juga meningkatkan partisipasi Gen Z dan milenial dalam pemilu. “
“Tidak ada lagi alasan untuk ‘tidak peduli’. Masa depan kita ditentukan oleh kebijakan politik, dan cawe-cawe kita hari ini adalah investasi untuk masa depan kita,” tambahnya.
Catatan KPU Provinsi Lampung menunjukkan bahwa lebih dari 1,3 juta warga Lampung tidak menggunakan hak pilih pada Pileg dan Pilpres 2024. Di Bandarlampung, 15 persen dari total tersebut adalah golput, dengan mayoritas berasal dari kelompok Gen Z dan milenial.
Tantangan ini menjadi perhatian khusus bagi FKML, yang melihat arah politik generasi muda sebagai faktor penentu dalam Pilkada Bandarlampung November mendatang.
Dukungan FKML kepada Eva-Deddy adalah lebih dari sekadar pilihan politik. Ini adalah ajakan untuk generasi muda agar aktif terlibat dalam proses yang akan menentukan wajah masa depan kota mereka. (***)














