iklan
KOMUNITASPERISTIWA

Buntut Tragedi Akhir Tahun di PWI Lampung, Dewan Penasehat Turun Tangan

×

Buntut Tragedi Akhir Tahun di PWI Lampung, Dewan Penasehat Turun Tangan

Share this article

PEMBARUAN.ID — Ketegangan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung kembali mencuat setelah insiden walk out yang dilakukan Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, pada acara Rilis Akhir Tahun Polda Lampung, akhir Desember 2025. Peristiwa yang awalnya hanya terlihat sebagai aksi spontan itu ternyata menyimpan persoalan serius terkait etika organisasi.

Aksi Wira meninggalkan ruangan ketika Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfy Assegaf, baru memulai pemaparannya sempat memicu spekulasi. Banyak yang menilai ada ketegangan antara PWI Lampung dan Polda Lampung.

Namun setelah ditelusuri, penyebabnya bukan hubungan antar-institusi, melainkan keberadaan Iskandar Zulkarnain (IKZ) yang hadir dan duduk sejajar dengan Kapolda sembari membawa nama jabatan Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat.

Padahal, IKZ sebenarnya diundang sebagai Ahli Pers, bukan sebagai perwakilan resmi organisasi. Dalam tradisi PWI, setiap kehadiran pejabat pusat di daerah wajib dikoordinasikan dengan pengurus PWI provinsi. Etika organisasi seperti inilah yang menurut Wira telah dilanggar.

“Ini soal etika organisasi,” ujar Wira singkat ketika dikonfirmasi usai kejadian.

Sikap IKZ yang dianggap melangkahi kewenangan wilayah pemimpin PWI Lampung memicu kemarahan anggota, termasuk para ketua PWI kabupaten/kota. Banyak yang menganggap tindakan tersebut sebagai “menikung di tikungan” dan meminta agar IKZ diberi teguran keras, bahkan didesak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Lampung, mengingat aturan organisasi melarang rangkap jabatan.

Dewan Penasehat Turun Tangan

Merespons kegaduhan yang tak mereda, Dewan Penasehat PWI Lampung segera menggelar rapat khusus. Dalam rapat yang dihadiri Mirwan Karim, Supriadi Alfian, dan Suprapto—dengan A. Rio Teguh dan Faizol Djausal yang izin namun menyetujui keputusan—Dewan Penasehat memutuskan untuk memanggil dua tokoh yang bersinggungan dalam insiden tersebut: Iskandar Zulkarnain dan Wirahadikusumah.

Keduanya dijadwalkan memberikan klarifikasi besok secara bergiliran. Pemanggilan ini diambil untuk memastikan persoalan tidak berlarut, sekaligus menjaga marwah dan etika organisasi PWI Lampung yang sempat tercoreng oleh kejadian tersebut.

“Ya, kita akan panggil ke duanya secara bergiliran,” kata salah seorang Dewan Penasehat H Noverisman Subing, di Balai Wartawan H Solfian Akhmad, Selasa (06/02/2025).

Dewan Penasehat berharap proses klarifikasi ini dapat menuntaskan kegaduhan akhir tahun dan mengembalikan kondusivitas organisasi tertua profesi wartawan di Indonesia tersebut.

Sebab dalam tubuh PWI, etika bukan sekadar pelengkap — melainkan fondasi yang harus dijaga lebih tinggi daripada jabatan apa pun. (***/red)


Berlangganan berita gratis di Google News klik disini
Ikuti juga saluran kami di Whatsapp klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *