logo pembaruan
list

Koordinator Staf Khusus Menag Dorong Manfaat Kehadiran PTKI bagi Masyarakat

Facebook
Twitter
WhatsApp

PEMBARUANID – Pada Rapat Kerja (Raker) 2024 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Dr. H Abdul Rochman, yang dikenal dengan Gus Adung, menekankan pentingnya manfaat keilmuan yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) bagi masyarakat. Raker ini diadakan di Hotel Preanger Bandung pada Sabtu, 24 Februari 2024, dengan tema ‘UIN Raden Intan Lampung: Bertumbuh dan Mendunia’.

Gus Adung mengatakan bahwa keberadaan PTKI harus memberikan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat dan daerah sekitarnya. Dia menyoroti peran PTKI dalam memajukan daerah serta menjadi sumber informasi yang baik bagi masyarakat, khususnya dalam menanggapi isu-isu keagamaan.

Selain itu, Gus Adung juga menekankan pentingnya komitmen kinerja dan produktivitas akademik di kalangan intelektual PTKI. Ia mendorong agar para dosen memiliki rekam jejak karya yang kuat, sesuai dengan komitmen Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk menjadikan PTKIN sebagai destinasi utama bagi siswa SMA/MA untuk melanjutkan studi.

Gus Adung juga menyoroti pentingnya menjaga integritas perguruan tinggi, memperkuat peran SPI (Satuan Pengawas Intern) di setiap PTKI, dan menciptakan ekosistem kampus yang inklusif dan moderat. Dia juga menekankan manajemen sumber daya manusia yang baik serta meningkatkan potensi diri untuk kemajuan bersama.

Selama Raker tersebut, UIN Raden Intan Lampung juga memberikan penghargaan kepada Fakultas Syariah atas pencapaian Jurnal Terindeks Scopus, serta kepada pengelola Jurnal Al-‘Adalah Fakultas Syariah sebagai Jurnal Terindeks Scopus Pertama di UIN Raden Intan Lampung.

Rapat kerja ini berlangsung selama enam hari, dimulai dari 20-21 Februari 2024 di Ballroom UIN Raden Intan Lampung, dan dilanjutkan dari 22-25 Februari 2024 di Bandung, dengan total 308 peserta dari berbagai unsur pimpinan universitas, fakultas, dan lembaga lainnya. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved