logo pembaruan
list

Komitmen PSGA UIN RIL dalam Kasus Kekerasan Seksual

Facebook
Twitter
WhatsApp

 

PEMBARUAN.ID – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) terus berkomitmen dalam menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendampingi Duta Konselor Sahabat Unit Layanan Terpadu (ULT) dalam menangani kasus-kasus tersebut.

Bertempat di Ruang LP2M Rektorat Lama lt.2, Ketua PSGA Dr Hj Suslina Sanjaya MAg mengatakan, kegiatan ini berupa Forum Group Discussion (FGD) pendampingan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi sebagai rangkaian kegiatan dalam mengasesmen kasus korban kekerasan seksual.

PSGA UIN RIL telah membekali 30 mahasiswa terpilih sebagai Duta Konselor angkatan kedua dengan pelatihan dan pembekalan terkait cara menangani kasus kekerasan seksual. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Duta Konselor dalam memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual.

Dalam menjalankan tugasnya, Duta Konselor akan bekerja sama dengan tim PSGA UIN RIL. Tim PSGA UIN RIL terdiri dari psikolog, dosen, dan staf yang berpengalaman dalam menangani kasus kekerasan seksual.

Ketua PSGA UIN RIL, Dr. Hj. Suslina Sanjaya, M.Ag., mengatakan bahwa pendampingan terhadap korban kekerasan seksual sangatlah penting. Beliau menjelaskan bahwa korban kekerasan seksual seringkali mengalami trauma psikologis yang membutuhkan bantuan profesional.

Dr. Suslina menjelaskan bahwa Duta Konselor akan menjadi garda terdepan dalam membantu korban kekerasan seksual di lingkungan UIN RIL. Beliau berharap Duta Konselor dapat memberikan pendampingan yang maksimal kepada para korban sehingga mereka dapat segera pulih dari trauma yang dialaminya.

Lebih lanjut Suslina berharap, nantinya korban tidak mengalami trauma atau sakit mental akibat perbuatan pelaku. Sehingga, korban dapat menyelesaikan kuliah tanpa ada kendala ataupun trauma yang berkepanjangan. (***)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait

Copyright © pembaruan.id
All right reserved