Semangat Nasionalisme dan Gotong Royong
PEMBARUAN.ID (Lampura) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar rangkaian perlombaan tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, yang berlangsung meriah di halaman kantor Pemkab, Kamis (07/08/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Lampung Utara.
Berbagai jenis lomba tradisional seperti tarik tambang, balap karung, lari sarung, bakiak, hingga estafet tepung sukses menyatukan semangat dan antusiasme para peserta. Suasana penuh gelak tawa dan keceriaan mewarnai acara yang sarat akan nilai gotong royong dan kebersamaan tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Imam Hanafi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, namun menjadi wadah penguatan nilai-nilai nasionalisme dan solidaritas antar ASN.
“Lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjalin kebersamaan lintas instansi, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan merawat nilai-nilai budaya lokal,” ungkap Imam Hanafi.
Tak hanya perlombaan, rangkaian acara juga diramaikan dengan aksi sosial donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bisa dimaknai secara nyata melalui kontribusi sosial.
Momen Pemersatu dan Penguat Jati Diri Bangsa
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan tidak lagi dipahami sebatas seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara memaknainya sebagai momentum strategis untuk merekatkan solidaritas ASN dan menegaskan kembali jati diri bangsa melalui pelestarian budaya tradisional.
Melibatkan puluhan OPD dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk konsolidasi internal birokrasi yang efektif. Kolaborasi lintas instansi terlihat nyata di lapangan, memperkuat sinergi sebagai pondasi penting dalam pelayanan publik yang berkelanjutan.
Menuju Pemerintahan Daerah yang Partisipatif dan Humanis
Rangkaian kegiatan ini mencerminkan arah pembangunan pemerintahan yang lebih partisipatif dan humanis. Pemkab Lampung Utara menunjukkan bahwa ASN bukan hanya pelayan administrasi, melainkan juga agen pemersatu dan penggerak sosial di tengah masyarakat.
Dengan mengangkat kembali permainan rakyat sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan, pemerintah daerah turut melestarikan warisan budaya yang menjadi simbol kekuatan komunitas dan identitas bangsa.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjadikan HUT RI sebagai ruang refleksi, bukan hanya terhadap sejarah bangsa, tetapi juga terhadap arah dan semangat pembangunan ke depan,” tutup Imam Hanafi. (rofiq)














